Jakarta, Harian Umum - Pusat Komando atau Central Command (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pihaknya kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan ini merupakan serangan malam ke-12 sejak perang dengan Iran kembali pecah sejak nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Islamabad ditandatangani pada 18 Juni 2026 lalu.
"Pada pukul 17.30 ET hari ini (Rabu, red), pasukan AS mulai melancarkan serangan lebih lanjut terhadap target militer Iran atas arahan Panglima Tertinggi. Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi perairan regional," kata CENTCOM melalui akun X-nya. Cuitan ini diposting Kamis (23/7/2026) pukul 05:04 waktu Asia Barat.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan, serangan itu menargetkan tiga provinsi di Iran, yakni Hormozgan, Bushehr, dan Khuzestan.
"Gubernur Bushehr mengatakan bahwa sebuah daerah di provinsi tersebut diserang oleh musuh AS pada Kamis pagi (waktu setempat), akan tetapi belum ada laporan korban jiwa," kata Al Mayadeen.
Sejak serangan AS hari pertama hingga hari ke-12 pada Rabu, menurut Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, di akun X-nya, sebanyak 53 orang tewas dan 592 lainnya terluka.
"Dari tanggal 27 Juli hingga pukul 08.30 pagi ini (22 Juli), serangan udara AS telah menyebabkan 592 orang terluka dan 53 orang gugur," tulis Kermanpour.
Jumlah itu meningkat karena hingga 19 Juli, kementerian mencatat 50 orang tewas dan dan 518 terluka.
Dari 53 orang yang tewas, 6 orang perempuan dan 3 orang di bawah usia 18 tahun, sementara dari 592 orang yang terluka, 39 orang di antaranya perempuan dan 23 orang di bawah usia 18 tahun.
"Sejauh ini, 535 orang telah dipulangkan setelah perawatan, 36 orang masih dirawat di rumah sakit, dan 21 orang telah dirawat di tempat kejadian," imbuh Kermanpour.
Menurut Fars, banyaknya korban diakibatkan oleh serangan AS yang menargetkan infrastruktur sipil di lima provinsi.
"Jika dihitung sejak serangan pertama oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026, korban tewas telah hampir 3.500 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Seyed Ali Khamenei," kata Fars.
Iran sendiri tidak tinggal diam atas serangan-serangan terbaru AS dalam 12 hari terakhir. Iran bahkan telah meluaskan serangan balasan ke seluruh negara Asia Barat yang bersekutu dengan AS dengan menyediakan pangkalan militer bagi AS untuk digunakan menyerang Iran.
Sejauh ini, tujuh negara telah menerima serangan balasan Iran, termasuk Qatar, Kuwait, Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). (man)







