Jakarta, Harian Umum - Polri mengubah tagline-nya dari "Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan atau Presisi", menjadi "Polisi Bersama Masyarakat".
Perubahan tagline itu dilakukan seiring beralihnya kepemimpinan Polri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto, Jumat (2/10/2026).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tagline baru itu menjadi penegasan arah kepemimpinan Kapolri yang baru (Suyudi Ario Seto) yang mengedepankan masyarakat sebagai orientasi dalam pelaksanaan tugas.
"Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Isir dalam siaran pers, Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, tagline baru tersebut sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
Dalam uji kelayakan tersebut, Suyudi menekankan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” kata Isir.
Lebih jauh Isir mengatakan, implementasi tagline tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
"Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” kata dia. (man)







