Jakarta, Harian Umum - Orang yang namanya sering dikait-kaitkan dengan ijazah mantan Presiden Joko Widodo yang diduga palsu, yaitu Pratikno, "terdepak" dari Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu diketahui karena jabatan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang sejak 21 Oktober 2024 dipegangnya, mulai hari ini, Kamis (1/10/2026), berpindah ke tangan Sugiono yang semula menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Total ada 18 nama yang dilantik Prabowo hari ini di Istana, akan tetapi nama Pratikno tidak ada, padahal jabatannya diserahkan Prabowo ke orang lain.
Kepada media, mantan Rektor UGM itu mengatakan bahwa setelah tidak menjadi menteri, dirinya masih terus bekerja, tapi tidak menjelaskan pekerjaan yang dimaksud.
"Ya, kan masih terus bekerja," kata Pratikno, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ketika ditanya apakah dia akan mendapat penugasan baru? Pratikno meminta awak media menunggu sampai besok.
"Ya, nanti kita tunggulah sampai besok ya. Ya, kita kan masih menunggu (apakah besok ke Istana lagi atau tidak)," kata dia.
Meski demikian, Pratikno mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan sebagai Menko PMK, karena pembangunan manusia memang merupakan bidangnya.
"Jadi, sebuah mandat, sebuah kehormatan yang luar biasa lah. Karena saya juga tumbuh dari keluarga pendidik, kemudian sebagai pendidik, sebagai dosen, ngurusi di Menko PMK salah satunya bidang pendidikan. Jadi, sekali lagi terima kasih," kata dia.
Seperti diketahui, Pratikno bersama mantan Ketua KPUD Solo Eko Sulistyo pernah dilaporkan Tim Pemburu Ijazah Palsu (TPIP) karena diduga terlibat pembuatan ijazah Jokowi.
Laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) di Bareskrim Polri itu telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan kini berstatus penyelidikan. (man)






