Teheran, Harian Umum - Seruan untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan membatalkan semua negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), meningkat di kalangan warga Iran seiring dengan tindakan Israel yang masih saja menyerang Lebanon.
Padahal, gencatan senjata yang disepakati dalam memorandum of understanding (MoU) Islamabad yang telah diteken Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara digital, Kamis (18/6/2026), mencakup wilayah negara itu.
Seperti dilansir Kantor Berita Tasnim, tindakan Israel yang masih terus menggempur Lebanon, dianggap sebagai pelanggaran MoU.
" Agresi brutal anjing gila AS, yaitu rezim Israel, di Lebanon selatan terus berlanjut dan telah menjadi jauh lebih luas selama 24 jam terakhir," kata Tasnim, Sabtu (20/6/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi secara eksplisit menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa klausul pertama Nota Kesepahaman tersebut berarti perlunya penarikan rezim Israel dari wilayah Lebanon.
"Sampai penghentian kebrutalan rezim Israel dan penarikan pasukannya dari wilayah Lebanon tercapai, Selat Hormuz harus tetap tertutup dan negosiasi di masa mendatang harus dibatalkan sepenuhnya," kata Tasnim lagi.
Menurut kantor berita semi-resmi Iran itu, berlanjutnya kejahatan Israel dan pendudukan wilayah Lebanon oleh Zionis, menandakan bahwa nota kesepahaman itu telah mati, dan ini tidak boleh diabaikan.
'Jika, meskipun Amerika Serikat gagal menerapkan nota kesepahaman (yang mencakup komitmen untuk menahan anjing gila mereka), Iran membuka kembali Selat Hormuz, kerusakan besar akan terjadi pada instrumen kekuasaan Iran," sambung Tasnim.
Laporan yang saat ini menunjukkan bahwa Selat Hormuz telah dibuka, sama sekali tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan janji yang dibuat oleh pejabat pemerintah dan tim negosiasi," pungkas Tasnim.
Serangan brutal Israel ke Lebanon
Al Mayadeen melaporkan, setelah MoU Islamabad ditandatangani Kamis (18/6/2026), pesawat-pesawat tempur Israel membombardir di beberapa wilayah di Lebanon selatan, melancarkan lebih dari 16 serangan udara.
Secara detail, koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa serangan itu menargetkan wilayah Shoukine, Mayfadoun, Jabal al-Rafi', dan al-Rayhan.
Serangan juga dilakukan terhadap kota Nabatieh.
"Serangan-serangan ini juga terjadi meskipun ada pernyataan dari seorang pejabat senior AS kepada Reuters yang mengumumkan bahwa Israel dan Perlawanan Lebanon, Hizbullah, telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, yang akan berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat pada hari Jumat," kata Al Mayadeen dikutip Sabtu (20/6/2026).
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa agresi intensif yang dilakukan Israel dari tengah malam hingga Jumat sore mengakibatkan 47 orang tewas dan 97 orang luka-luka.
Secara kumulatif sejak 2 Maret hingga 19 Juni, menurut Kementerian Kesehatan, Israel telah menewaskan 3.980 orang dan melukai 12.001 orang.
Israel secara dramatis memperluas agresinya di seluruh Lebanon sejak Kamis malam hingga Jumat, melepaskan gelombang pemboman di Bekaa, dan distrik Baalbek, keduanya di selatan Lebanon.
Serangan tersebut menyusul kemunduran Israel di medan perang di mana Perlawanan Lebanon berhasil memukul mundur serangan ke arah Ali al-Taher dan Kfar Tibnit di Nabatieh, menghantam tiga tank Merkava dan menewaskan empat tentara Israel, termasuk seorang komandan batalion, dengan sekitar 17 lainnya terluka. Media Israel mengkonfirmasi malam itu sebagai salah satu malam tersulit dalam sejarah militer pendudukan.
Pesawat tempur Israel melakukan serangan berkelanjutan yang dimulai tak lama setelah tengah malam dan berlanjut hingga melewati tengah pagi.
Di Selatan, serangan menargetkan Harouf, al-Sharqieh, Jibchit, Kfar Joz, kota Nabatieh, Kfar Sir, Toul, al-Jabbour, Jbaa, dan Habboush dalam gelombang berulang, sementara pemboman tambahan menghantam Doueir, Deir al-Zahrani, Blat, Jabal al-Rafi', Sojod, dan Kfar Hounah.
Kemudian, serangan kembali terjadi di Touline, Kfar Tebnit, al-Aishiyeh, Doueir, dan al-Nabatieh al-Fawqa, dengan Arab Salim mengalami setidaknya delapan serangan terpisah sebelum tengah hari.
Di Bekaa, pesawat tempur membombardir lembah Sungai Litani dekat Zellaya dan ketinggian Abu Rashed, sementara Baalbek diserang dengan serangan di Douris dan sebuah pertanian dekat Rumah Sakit Dar al-Hekma di al-Jammaliyah.
Serangan drone secara terpisah menargetkan Nabatieh, sebuah sepeda motor di jalan Deir al-Zahrani, dan daerah Tal al-Abyad di pintu masuk utara Baalbek.
Drone Israel juga melayang di atas pinggiran selatan Beirut, dan penembakan artileri menghantam pinggiran Nabatieh, Zibdine, Bani Hayyan, Srifa, Qlaileh, Majdal Zoun, dan Jibchit. (man)







