Teheran, Harian Umum - Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa mereka telah menangkap 21 tentara bayaran yang terkait dengan badan mata-mata Israel, Mossad, di Provinsi Kerman.
Penangkapan itu diumumkan Kamis (6/8/2026) waktu setempat, dan dipublikasikan oleh media lokal, termasuk Fars News
"Menurut pernyataan itu, satu dari 21 orang yang ditangkap adalah kolaborator utama dan 20 individu lainnya diidentifikasi terhubung dengan Mossad," kata Fars, Jumat (7/8/2026).
Menurut Kementerian, tersangka utama bertugas mengumpulkan informasi rahasia tentang fasilitas militer dan pertahanan udara Iran yang sensitif dan mengirimkannya ke Mossad, sementara 20 lainnya ditangkap karena aktivitas mereka di media sosial.
"Me-21 orang itu saat ini ditahan, dan penyelidikan tentang mereka masih berlangsung," imbuh Kementerian.
Fars melansir, sejak perang pecah akibat serangan AS dan Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026, termasuk perang terbaru pasca pelanggaran memorandum of understanding (MoU) oleh AS dan Israel, di mana MoU itu ditandatangani pada 18 Juni 2026, agen keamanan Iran telah menangkap beberapa agen Mossad dalam operasi terpisah.
Dari penangkapan-penangkapan itu disita sejumlah besar bahan peledak, kendali jarak jauh, dan peralatan mata-mata.
Teheran telah mendirikan markas khusus yang bertugas mengidentifikasi agen Mossad di Iran. Undang-undang spionase baru-baru ini ditingkatkan, sehingga memungkinkan mereka yang dituduh melakukan spionase, dapat dihukum mati dan harta bendanya disita.
Dalam pernyataannya, Kementerian juga menyebut bahwa beberapa dari mereka yang ditangkap secara aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi dan memberikan koordinat lokasi keamanan sensitif di Provinsi Kerman kepada dinas intelijen Israel selama perang berlangsung. (man)


