Jakarta, Harian Umum - Ekonom Senior INDEF Faisal Basri menduga para menteri Presiden Joko Widodo belum mau mundur karena ada pihak yang 'menyandera' mereka dengan kasus hukum.
Pasalnya, Faisal sebelumnya menyebut kalau ada 15 menteri di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo alias Jokowi, telah siap mundur karena tidak lagi sejalan dengan presiden.
Dari beberapa nama menteri yang disebut Faisal, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Basuki Hadimuljono, yang telah resmi mundur adalah Menkopolhukam Mahfud MD. Itupun karena dia sedang berstatus Cawapres nomor urut 3 pada Pilpres 2024 yang diusung PDIP dan PPP, serta didukung Partai Perindo dan Hanura.
Menurut Faisal, para menteri itu belum juga mundur karena ada tim Jokowi yang mendekati.
"Ini tidak ada hubungan dengan Sri Mulyani. Tapi ada beberapa menteri yang naga-naganya mau mundur, didatangi. Gitu," kata Faisal kepada wartawan di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Ia menjelaskan, tim yang datang itu lantas 'menyandera' para menteri agar tidak mundur. Caranya, dengan mengungkit kasus hukum pada yang bersangkutan.
"Sejumlah menteri yang ada naga-naga (bau-baunya) mundur, didatangi oleh tim; 'Nih, sudah selesai nih kasus hukumnya'. Inilah politik jahat Jokowi, menyandera," ucap Faisal.
Sebelumnya, Faiaal mengatakan menteri-menteri yang mau mundur mulai tak nyaman dengan Jokowi akibat kebijakan-kebijakannya yang dianggap merugikan masyarakat.
Selain itu, dugaan keberpihakan Jokowi pada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 juga menjadi alasan. (man)






