Jakarta, Harian Umum – Gempa bumi dengan magnitudo 7,0 yang kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi 7,7, mengguncang wilayah Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04:58 WIB, dan berpotensi tsunami.
Dikutip dari akun X BMKG, gempa itu berpusat di 8.33 LS - 121.32 BT dari kedalaman 15 kilometer.
"Pusat gempa berada di laut 30 kilometer timurlaut Mbay, Nagekeo," kata BMKG.
Guncangan gempa itu dirasakan di Ruteng dengan skala IV-V MMI; di Kota Bima dan Kabupaten dengan skala V MMI; di Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur pada skala IV-V MMI; serta di Kupang dan Kabupaten Sumbawa Barat dengan skala IV MMI.
Guncangan gempa juga dirasakan di Flores Timur, Lembata dan Adonara dengan skala , III-IV; di Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur dengan skala III MMI?! di Denpasar, Badung, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Makassar dengan skala II-III MMI.
Tak lama setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah di sekitar pusat gempa.
"Peringatan Dini Tsunami di NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara," kata BMKG.
Pasca gempa besar yang merusak itu, terjadi gempa-gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, antara 4-6.
Terbesar yang terjadi pada pukul 05:13 WIB di mana gempa susulan mencapai magnitudo 6.5 dengan episentrum di 8.19 LS -120.15 BT. Koordinat itu berada 44 kilometer di TimurLaut Labuanbajo, NTT, dari kedalaman 10 kilometer.
Sebelumnya, terjadi gempa susulan dengan magnitudo 6,2 pada pukul 05:06 WIB dan pukul 05:23.
Gempa M6,2 pada 05:06 WIB berpusat di 8.29 LS - 121.37 BT dari kedalaman 10 kilometer. Episentrum itu berada 43 kilometer TimurLaut Mbay, Nagekeo-NTT.
Sementara gempa M6,2 pada pukul 05:13 WIB berpusat di 8.14 LS - 120.11 BT dari kedalaman 10 kilometer. Episentrum itu berada 46 kilometer TimurLaut Labuanbajo, NTT.
Gempa dengan magnitudo 5, antara lain terjadi pada pukul 05:27 WIB. Tepatnya dengan magnitido 5,5. Episentrum gempa berada di 8.10 LS - 120.49 BT dari kedalaman 10 kilometer. Episentrum tersebut berada 56 kilometer TimurLaut Ruteng, Manggarai, NTT.
Dari laporan langsung iNews TV di lokasi kejadian, diketahui kalau gempa dengan magnitido 7,7 berikut gempa-gempa susulannya, membuat masyarakat di wilayah terdampak berhamburan keluar rumah, sementara sejumlah bangunan, termasuk sebuah gereja, mengalami rusak parah.
Warga juga telah diminta menjauhi pantai hingga peringatan dini tsunami dicabut BMKG.
Belum diperoleh data, baik terkait kerusakan rumah dan bangunan, serta korban jiwa atau luka. (rhm)


