Caracas, Harian Umum - Korban tewas akibat gempa ganda (doublet earthquake) dengan magnitido 7,2 dan 7,5 yang terjadi di Venezuela pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) pagi WIB, terus bertambah.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Venezuela sebagaimana dikutip akun X @infogemoadunia, hingga Jumat (26/6/2026) pukul 08:45 WIB, koran tewas telah mencapai 235 orang, sementara yang luka 4.300 orang.
"Untuk warga yang dilaporkan hilang melalui website missing people, sebanyak 38.661 orang. Angka ini telah turun dibandingkan 2 jam sebelumnya yang sebanyak 17.293 orang," kata akun itu.
Ia menyebut, warga yang dilaporkan hilang merupakan warga yang keluarganya kehilangan kontak dengannya, atau karena tertimbun reruntuhan bangunan.
Wilayah-wilayah yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah adalah Yaracuy, Carabobo, Aragua, Vargas, Miranda dan Ibukota Negara Caracas.
"Proses evakuasi dan pencarian terus diupayakan. Bantuan internasional mulai berdatangan untuk mempercepat proses evakuasi," kata @infogempadunia lagi.
Gempa ganda yang terjadi di Venezuela disebabkan oleh aktivitas tektonik akibat pertemuan dua lempeng utama, yaitu Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Pergerakan ini memicu patahan geser dangkal (strike-slip fault) di dekat batas lempeng, di mana dua blok kerak bumi bergeser secara horizontal melewati satu sama lain.
Venezuela tercatat pernah mengalami gempa ganda seperti ini, di mana gempa utama didahului oleh gempa pendahuluan (fore-shock) dalam hitungan detik. Ketika retakan pertama terjadi, tekanan tektonik berpindah dengan cepat dan memicu retakan besar berikutnya di area yang berdekatan. (man)







