Jakarta, Harian Umum - Pengamat Politik Ray Rangkuti mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk segara bersikap terkait fakta yang terungkap dalam sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki ijazah SMA, sehingga tidak memenuhi syarat menjadi wakil presiden (Wapres).
"Kalau Prabowo tidak bersikap, apalagi jika kasus Gibran tidak punya ijazah SMA, dan juga kasus dugaan ijazah palsu (mantan Presiden) Jokowi menjadi berlarut-larut, maka Prabowo akan terseret-seret," kata Ray dalam dialog terbuka bertajuk "Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran (Indonesia Menuju Kebangkrutan, Tiada Keadilan dan Rakyat Sengsara)" di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Selain Ray Rangkuti, ada tiga narasumber lain yang hadir, yakni Prof. Dr. Sri Bintang Pamungkas; Dr. Syukur Mandar, SH., MH; dan Ketum Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat) Ustaz Eka Jaya.
Ray menilai, Prabowo memang telah salah langkah sejak awal dilantik menjadi presiden RI ke-8 pada tanggal 20 Oktober 2024, karena alih-alih membentuk zaken kabinet seperti yang pernah diutarakannya sebelum dilantik menjadi presiden, 80% isi kabinetnya justru merupakan orang partai.
Dan menurut pandangan Ray, dari orang-orang itu ada dua orang dekatnya Jokowi, yaitu Bahlil Lahadalia, politisi Golkar yang menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); dan Raja Juli Anthoni, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
"Mereka tangan kanannya Jokowi," tegas Ray.
Ia juga mengungkap kesalahan Prabowo yang lain, yaitu seperti terus mengikat dirinya dengan Solo, sehingga karena ikatan itu, Prabowo tidak berani mereshuffle Bahlil dan Raja Juli, meski kinerja keduanya dipertanyakan.
"Lihat saja kebakaran hutan dan lahan yang saat ini terjadi di mana Menteri Kehutanan-nya Raja Juli, dan kelangkaan BBM yang bahkan juga terjadi di Bali, di mana Menteri ESDM-nya adalah Bahlil," kata Ray.
Ia mengingatkan Prabowo tentang dampak kelangkaan BBM di Bali.
"Di Bali itu banyak turis. Ketika terjadi kelangkaan BBM di sana, "mata dunia" akan langsung melihatnya karena para turis itu ikut terdampak, dan itu bisa mencoreng citra Prabowo di mata dunia," katanya.
Ray pun kembali memberi peringatan keras terhadap Prabowo jika tidak melepas ikatannya dengan Jokowi.
"Kalau Pak Prabowo tidak bisa move on dari Jokowi, tingkat kepercayaan publik dan tingkat kepuasan publik atas kinerja dan kepemimpinannya akan semakin merosot. Maka, kejatuhannya dari kursi presiden tinggal tunggu waktu," tegasnya. (rhm)
.


