Jakarta, Harian Umum - Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) M Rico Sinaga mengancam akan menyikat habis manajemen Ismaya Live jika event tahunan Djakarta Warehouse Project (WDP) yang diselenggarakannya tetap sarat maksiat, sehingga dapat menjatuhkan kredibilitas Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno.
"FKDM berharap WDP yang diselenggarakan tahun ini nggak lagi marak narkoba dan seks bebas seperti pada penyelenggaraan tahun-tahuh sebelumnya. Kalau yang terjadi ternyata sama saja, maka manajemen Ismaya akan kami aijat habis karena berarti memamg sengaja ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Anies Baswesan dan Wagub Sandiaga Uno," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Pegiat LSM senior ini mengaku menyesalkan keputusan Wagub Sandiaga Uno yang tetap mengizinkan penyelenggaraan WDP, meski ditentang dan ditolak banyak kalangan, termasuk dirinya.
Karenanya, kata dia, karena dia tahu bahwa baik Anies maupun Sandi adalah orang-orang yang agamis, maka penyelenggaraan WDP tahun ini harus sama sekali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jika alasan DWP tetap diizinkan karena dapat mendatangkan devisa dan menyerap tenaga kerja.
Ia bahkan juga mengingatkan Ismaya agar memenuhi janjinya untuk menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah, dan meminta agar penampilan tarian tersebut bukan hanya sebagai sisipan, melainkan menjadi satu kesatuan dengan acara yang diselenggarakan.
"Saya sudah menugaskan beberapa anggota FKDM untuk memantau dan mengawasi langsung acara itu, sehingga mereka telah membeli tiketnya, dan nanti akan masuk bersama pengunjung yang lain," jelasnya.
Para anggota FKDM itu, katanya, juga akan merekam setiap aktifitas yang terjadi, sehingga jika ternyata penyelenggaraan WDP tak jauh berbeda dengan tahun-tahun lalu, maka akan dijadikan bukti untuk mendesak Anies-Sandi agar jangan pernah lagi mengizinkan acara itu diselenggarakan.
"Kita memang butuh devisa dan lapangan kerja baru, tapi bukan berarti harus mengorbankan moral anak bangsa dengan "merestui mereka" menjadi generasi hedonis yang dekat dengan narkoba dan seks bebas," pungkasnya.
Seperti diketahui, DWP telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali, dan selalu diadakan pada Desember. Tahun ini, acara digelar pada 15-16 Desember.
Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2015, ajang dugem berkelas internasional itu diselenggarakan di area PRJ milik PT Jakarta Internasional Expo (JIExpo).
Acara ini diprotes banyak kalangan karena sejumlah saksi mata yang pernah menghadiri acara itu mengatakan, DWP tak lebih dari acara dugem seperti di diskotik. Hanya saja diselenggarakan di ruangan yang jauh lebih luas, dengan tata cahaya yang spektakuler, dan mengundang para disc jockey (DJ) dari berbagai negara.
Para saksi juga mengatakan, selama acara berlangsung para oenginjung hanya jejingkrakan dengan diiringi musik remix atau hanya duduk-duduk di bar sambil meminum berbagai minuman yang disediakan, termasuk minuman keras.
Di antara para saksi yang tahun lalu menjadi pengunjung WDP bahkan mengatakan kalau di acara itu Narkoba jenis inex atau ekstasi dijual seperti kacang goreng.
"Kondom juga dijual bebas," katanya.
Wagub Sandiaga mengizinkan acara ini tetap berlangsung karena selain dinilai tidak melanggar aturan, juga karena pelibatan orang asing dalam acara ini dapat mendatangkan devisa dan menyerap tenaga kerja hingga 300-400 orang.
Informasi terakhir yang diperoleh harianumum.com adalah, berbeda dengan penyelenggaraan DWP tahun-tahun sebelumnya, tahun ini acara itu juga akan dipantau dan divideokan oleh mini drone.
Video dari hasil perekaman pesawat mini canggih itu akan dipublikasikan di YouTube. (rhm)







