Bangkok, Harian Umum - Varian baru Covid-19 yang dinamai Covid-19 XEC tengah mengamuk di Thailand. Tercatat 27 orang di negara itu meninggal akibat Covid-19 varian baru ini.
Seperti dikutip dari VNE Express, Selasa (27/5/2025), pada 22 Mei 2025 lalu The Natuon melaporkan bahwa berdasarkan Juru Bicara Departemen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, Jurai Wongsawat, 49.065 kasus tercatat antara 11 dan 17 Mei, dengan 12.524 kasus baru dilaporkan sejak 18 Mei.
"Subvarian XEC yang merupakan cabang terbaru dari Omicron, diyakini sebagai penyebab utama lonjakan tersebut, karena varian ini menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, menyebar tujuh kali lebih cepat daripada influenza musiman," kata media itu.
Meski demikian, menurut Jurai, tingkat kematian akibat varian ini masih rendah, yakni sekitar 0,02%.
"Ini karena vaksinasi yang meluas dan akses ke perawatan antivirus yang baik," katanya
Bangkok Post melaporkan, sejauh ini sekitar 108.891 kasus XEC telah tercatat dengan 27 kematian. Para korban ini merupakan kelompok masyarakat yang disebut "kelompok 608" yang mencakup orang lanjut usia, dengan 80% kematian terjadi di kalangan ini.
"Anak-anak juga terdampak oleh virus tersebut," kata media itu.
Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Somsak Thepsuthin mengatakan, pihaknya mengalihkan sumber daya dan tenaga kerja untuk melindungi kelompok rentan sambil mewaspadai penyebaran virus itu di sekolah.
"Somsak mengatakan, hingga 1 Januari, Thailand secara resmi telah memasuki minggu ke-21 dalam penerapan langkah-langkah pengendalian penyakit tertentu," kata Bangkok Post lagi.
Belum masuk Indonesia
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Aji Muhawarman mengatakan, varian XEC Covid-19 belum masuk ke Indonesia.
Tren kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan surveilans hingga 17 Mei 2025 juga menunjukkan tidak ada kasus Covid-19 yang positif.
Data itu diperoleh dari 18 spesimen yang telah diperiksa. Hasilnya 18 spesimen tersebut semuanya negatif Covid-19.
"Untuk saat ini varian yang beredar di Indonesia masih JN.1 dan turunannya. Ini sama dengan yang di Malaysia," kata Aji kepada Kompas.com, Senin (26/5/2025).
Dia menyebut, sub varian XEC merebak di Singapura, Thailand, Jepang, dan beberapa negara lainnya.
Meski demikian, Aji berkata bahwa dampak dari subvarian XEC tidak menyebabkan keparahan kondisi pasien. (rhm)


