Jakarta, Harian Umum -- PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, dikabarkan terlilit utang hingga Rp2,8 triliun.
"Tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja membuat pembayaran kredit perusahaan macet, sehingga perusahaan itu mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank," demikian dilansir CNN Indonesia, Rabu (8/7/2026),
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten di bidang pengolahan dan eksportir udang hasil perikanan itu memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk dengan outstanding US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas sebesar Rp5,49 miliar.
Perseroan juga memiliki utang kepada sejumlah pihak lainnya, yaitu kepada:
1. PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar;
2. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar;
3. PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar;
4. PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau Rp129,4 miliar; dan
5. PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.
Menurut keterangan manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi, utang-utang itu belum termasuk bunga, dan saat ini perseroan membutuhkan dana sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,1 miliar untuk menjalankan kegiatan operasional.
Akibat permasalahan tersebut, PMMP saat ini hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo, sementara untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.
"Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan," tulis manajemen.
Penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada efisiensi tenaga kerja, sehingga sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Selain itu, sebanyak 82 staf tercatat mengundurkan diri.
Profil
PMMP yang berkantor di Surabaya dengan fasilitas pengolahan yang berlokasi di Situbondo dan Tarakan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2004.
PMMP memiliki total kapasitas produksi hingga 25 ribu ton per tahun yang didukung fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berkapasitas 46 ribu ton.
Pada 2019, PMMP mengklaim menempati peringkat kedua eksportir udang nasional berdasarkan total volume ekspor. Produknya diekspor ke berbagai pasar utama dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan sejumlah negara lainnya.
Produk PMMP diketahui telah menembus pasar ritel serta layanan makanan (food service) di Amerika Serikat dan Jepang.
Saat ini, susunan direksi PMMP terdiri dari Martinus Soesilo sebagai Direktur Utama, Hirawan Tedjokoesoemo sebagai Wakil Direktur Utama, Alin Rostanti sebagai Direktur, dan Patrick Djuanda sebagai Direktur.
Jajaran komisaris diisi Soesilo Soebardjo sebagai Komisaris Utama, Suwarli sebagai Komisaris, serta Salis Teguh Hartono sebagai Komisaris.
Berdasarkan data pemegang saham, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan yang dimiliki Kaesang, tercatat sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen, yakni sebanyak 188,24 juta saham atau setara 7,27 persen. (man)


