Jakarta, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membombardir 85 fasilitas militer utama Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas serangan Washington ke Bandar Abbas, Qeshm, Sirik, and Kharg Island pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat.
Pada saat yang sama, militer AS yang dikomandoi Pusat Komando (CENTCOM), juga dikabarkan menyerang Ahvaz, Bandar-e Mahshahr, Bushehr, Khormoj, dan Dayyer, akan tetapi hal ini belum terkonfirmasi.
Serangan melalui udara itu menyasar pertahanan udara, jaringan komando, situs radar pantai, sistem anti-kapal di daerah pesisir provinsi Hormozgan dan Ma'hshahr.
Serangan itu merusak sejumlah fasilitas, dan menghancurkan lebih dari 60 kapal serang kecil IRGC!
"Departemen Hubungan Masyarakat IRGC dalam.pernyataan resmi menyatakan bahwa pihaknya manargetkan 85 fasilitas militer utama AS sebagai serangan balasan atas agresi AS ke sejumlah lokasi di wilayah Iran," kata IRIB, kantor penyiaran Iran, dikutip Rabu (8/7/2026).
Dalam keterannya, Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menilai, AS telah melanggar nota kesepahaman Islamabad yang diteken Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump secara digital pada 18 Juni 2026.
"Rezim AS yang agresif, yang dimensi kekalahannya semakin terlihat jelas, sekali lagi mengulangi kebiasaannya melanggar perjanjian, melanggar gencatan senjata dan merusak kesepakatan Islamabad dengan melancarkan serangan udara terhadap beberapa pangkalan pesisir dan stasiun non-militer di daerah pesisir provinsi Hormozgan dan Ma'hshahr pada dini hari tadi," kata Departemen Humas IRGC.
Ia menyebut, dari 85 fasilitas militer AS yang diserang, di antaranya berada di Pelabuhan Salman, Wilayah Angkatan Laut Kelima Bahrain; dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
"Kami juga menembak jatuh sebuah drone MQ9 musuh yang mencoba mengganggu operasi pembalasan tersebut," imbuh Departemen Humas IRGC. (man)







