Jakarta, Harian Umum - Dua studi terbaru mengungkap bahwa kurang tidur kemungkinan menjadi pemicu peningkatan kasus kanker pada orang di bawah 50 tahun,
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (30/5/2026), kedua hasil studi tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang muda yang didiagnosis menderita kanker meningkat hampir 80% dalam tiga dekade.
"Kasus kanker yang muncul di usia muda di seluruh dunia meningkat dari 1,82 juta pada tahun 1990 menjadi 3,26 juta pada tahun 2019, sementara kematian akibat kanker di antara orang-orang berusia 40-an, 30-an, atau lebih muda meningkat sebesar 27%," kata hasil penelitian itu.
Para ahli masih berusaha memahami alasan di balik peningkatan tersebut. Namun, penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology di Chicago, sebuah konferensi kanker terbesar di dunia, menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak teratur pada orang muda mungkin merupakan faktor penyebabnya.
Dua studi yang dipimpin oleh MD Anderson Cancer Center di Houston, Texas, salah satu organisasi penelitian kanker terkemuka di dunia, menganalisis data kesehatan lebih dari 18 juta orang dewasa di AS dengan rentang usia antara 18 dan 50 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa orang dengan pola tidur yang buruk lebih mungkin mengembangkan kanker usus, payudara, rahim, atau ovarium yang muncul lebih awal.
Dalam beberapa kasus, mereka yang berusia di bawah 50 tahun dan didiagnosis menderita insomnia, tiga kali lebih mungkin mengembangkan kanker dalam lima tahun.
“Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tidur mungkin merupakan faktor risiko yang relevan secara klinis dan berpotensi dapat dimodifikasi dalam stratifikasi risiko kanker yang muncul lebih awal dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut,” kata para peneliti.
Mengidentifikasi penyebab meningkatnya angka kanker di kalangan orang dewasa muda telah menjadi prioritas kesehatan global.
Menurut penelitian yang diterbitkan di BMJ Oncology, lebih dari 1 juta orang di bawah usia 50 tahun meninggal karena kanker setiap tahunnya.
Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menyambut baik temuan tersebut, tetapi mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami hubungan antara insomnia dan kanker yang muncul di usia muda.
Claire Coughlan, kepala klinis di Bowel Cancer UK, mengatakan bahwa kanker usus masih lebih umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, tetapi ada semakin banyak bukti secara global bahwa kasusnya meningkat pada orang yang lebih muda.
“Kita belum tahu persis mengapa demikian, tetapi para peneliti saat ini percaya bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup,” katanya.
“Kesimpulan penelitian ini bahwa insomnia mungkin merupakan faktor risiko potensial dalam kanker kolorektal yang muncul di usia muda, dapat membantu kita memahami alasan di balik peningkatan ini. Temuan penelitian ini layak untuk dieksplorasi lebih lanjut," sambung Coughlan.
Dr. David Garley, seorang dokter umum dan direktur Better Sleep Clinic di Bristol, Inggris, mengatakan, dampak insomnia pada risiko seseorang terhadap kondisi kesehatan lain, termasuk kanker, semakin menarik perhatian.
Namun, ia memperingatkan bahwa penelitian tersebut telah mengidentifikasi hubungan, bukan bukti bahwa gangguan tidur menyebabkan kanker pada orang di bawah usia 50 tahun.
"Ada beberapa kemungkinan penyebab keterkaitan tersebut," kata Garley.
Ia menyebut ada kemungkinan penyebab dari fisiologi yang muncul akibat kurang tidur, tetapi juga fakta bahwa ketika kurang tidur sulit untuk menjalani hidup sehat, sehingga ada lebih banyak minum alkohol, lebih banyak obesitas, kurang olahraga, lebih banyak merokok, dll.
"Dan ini mungkin yang menyebabkan peningkatan risiko yang mungkin terjadi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu peran tidur adalah memulihkan sistem kekebalan tubuh, sehingga ketika seseorang tidak tidur nyenyak, kita semakin memahami peran agen infeksi dalam perkembangan kanker.
“Jadi, jika sistem kekebalan tubuh Anda sedikit terganggu, maka saya kira masuk akal jika risiko beberapa jenis kanker meningkat, tetapi mungkin juga sebaliknya. Bisa jadi jika Anda menderita kanker, dan belum terlihat secara klinis, hal itu dapat menyebabkan perubahan pada pola tidur Anda," kata Garley lagi.
Megan Winter, manajer informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan: “Studi-studi ini mengeksplorasi apakah ada hubungan antara insomnia dan beberapa jenis kanker pada orang di bawah 50 tahun.
"Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama dengan mengamati orang dalam jangka waktu yang lebih lama, sebelum kita dapat menarik kesimpulan apa pun," katanya.
Sementara itu, tambahnya, orang dapat mengurangi risiko kanker dengan tidak merokok, menjaga berat badan yang sehat, dan tetap aman di bawah sinar matahari. (man)







