Flores, Harian Umum - Tim survei Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan retakan sepanjang sekitar 100 meter di bibir Kawah I (Tiwu Ata Polo) Gunung Kelimutu.
Retakan itu ditemukan usai gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dikutip detikcom dari Antara, Senin (24/8/2026), Kepala Badan Geologi Lana Saria melaporkan temuan tersebut didapatkan berdasarkan pengamatan lapangan dan survei menggunakan drone.
Survei dilakukan untuk memantau perubahan morfologi kawah.
"Kondisi retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi perkembangan retakan yang dapat memicu longsoran ke arah Kawah I, terutama apabila terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi," kata dia.
Badan Geologi menyebut retakan sepanjang 100 meter di Kawah I berada pada jarak sekitar enam meter dari bibir kawah dengan arah timur laut searah kemiringan lereng.
Selain di Kawah I, survei juga mendeteksi adanya longsoran material endapan lama ke arah dalam Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) yang sempat memicu suara gemuruh cukup keras dari puncak gunung.
Meski demikian, Lana memastikan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu saat ini masih berada pada Level I (Normal). Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas di sekitar area retakan Kawah I, khususnya pada radius 6-10 meter dari bibir kawah.
Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan segera memasang garis pembatas bahaya, papan peringatan di Kawah I dan Kawah II. Pengelola juga diminta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kabupaten Ende dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.
"Perlu dibuat tanda peringatan atau larangan khusus potensi bahaya longsoran di sekitar Kawah I Tiwu Ata Polo dan kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri," kata Lana menegaskan.
Sebagai informasi, Gunung Kelimutu merupakan gunung berapi di Flores, NTT. Gunung itu terkenal karena memiliki tiga danau kawah dengan warna air yang bisa berubah-ubah. (man)






