Teheran, Harian Umum - Dua Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas dan dua lainnya luka-luka setelah sekelompok orang yang disebut sebagai teroris, menyerang rumah mereka di Paveh, Provinsi Kermanshah yang berada di bagian barat Iran.
"Para teroris menembaki pintu rumah mereka," kata Fars News, Rabu (1/7/2026), mengutip keterangan Departemen Hubungan Masyarakat IRGC.
Kedua korban tewas seketika di tempat, sementara dua orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit.
Sayang, pernyataan Departemen Humas IRGC tidak merinci secara detil identitas para korban, dan mengapa pelaku serangan dikategorikan sebagai teroris.
Meski demikian, Fars melaporkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Agen Keamanan Iran telah menangkap beberapa jaringan teroris yang berafiliasi dengan kelompok teror terkenal yang didukung asing.
"Para militan itu terlibat dalam pembuatan bahan peledak dan bom rakitan, serta terkait dengan orang asing. Mereka berencana melakukan tindakan kontra-keamanan dan operasi teror," jelas Fars.
Media ini juga mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir Iran menjadi sasaran serangan teroris, dan serangan itu membuat ribuan warganya tewas.
"Karena itu para pejabat militer Iran telah memperingatkan negara-negara tetangga untuk memperhatikan prinsip bertetangga yang baik, dan tidak mengizinkan aktivitas yang men-destabilisasi wilayah Asia Barat," kata Fars.
Lebih jauh media ini mengatakan, otoritas keamanan Iran saat ini sedang menyelidiki insiden penembakan rumah anggota IRGC itu guna mengidentifikasi para pelakunya, dan organisasinya.
"Pihak berwenang terkait akan merilis rincian lebih lanjut, termasuk identitas para martir dan hasil penyelidikan keamanan, setelah penyelidikan berjalan," pungkas Fars. (man)







