Jakarta, Harian Umum- Dugaan bahwa kasus pembongkaran PAUD Tunas Bina, Jalan Teh, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (17/10/2018), mengandung unsur setting-an atau rekayasa untuk menjatuhkan kredibilitas Gubernur Anies Baswedan, semakin kuat.
Pasalnya, Lurah Pinangsia, Ilham, membenarkan bahwa guru yang juga pengelola PAUD Tunas Bina, Heni Suhaeni alias Heni Rantung; dan Ketua RW 07 Kelurahan Pinangsia, M Syamsudin, telah membuat surat pernyataan di atas materai yang isinya menyatakan bahwa mereka menerima pembongkan tersebut, dan pembongkaran dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Surat pernyataan dibuat pada Rabu (17/10/2018), pada hari pembongkaran.
"Surat tersebut untuk klarifikasi saja bahwa tidak ada penggusuran seperti yang ramai diberitakan," katanya kepada harianumum.com melalui pesan Whatsapp, Jumat (19/10/2018).
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ditemui wartawan dan anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif, pada hari pembongkaran Rabu (17/10/2018), baik Heni maupun Syamsudin mengatakan bahwa pembongkaran gedung PAUD, juga kantor RW 07 Kelurahan Pinangsia yang berada persis di sebelahnya, dilakukan saat siswa PAUD sedang belajar. Para siswa kini terpaksa belajar di Masjid Al Ikhlas Kantor Kecamatan Tamansari.
Syarif bahkan dikirimi video yang menggambarkan para siswa PAUD mengangkuti bangku-bangkunya dari ruang kelas bersama orang tua mereka, dan hari itu video tersebut viral di media sosial. Di YouTube, video yang diberi judul 'Terlalu! Siswa PAUD di Jakarta Barat Digusur Saat Sedang Belajar, Rabu (17/10/2018)' tersebut telah ditonton hingga 1.126 kali hingga Jumat (19/10/2018) siang. Video itu diunggah oleh pemilik akun Tukang Koran.
Kepada wartawan Kompas yang mewawancarainya, Heni juga mengatakan hal yang sama.
"Kenapa enggak pas eksekusi kami sudah dipindahkan ke masjid? Kenapa eksekusi di jam belajar? Kalau tahu mau dieksekusi, pasti saya liburkan dulu. Kasihan anak-anak kaget melihat sekolahnya," ujar Heni seperti dikutip dari kompas.com, Jumat (19/10/2018), dalam berita berjudul 'Penertiban PAUD Tunas Bina Jakbar Sudah Direncanakan Sejak Mei 2018'.
Ketika ditanya apakah ada yang telah berbohong dalam kasus ini? Ilham mengatakan tidak tahu.
"Silakan Abang menilai sendiri. Video juga sudah saya lihat dikirim oleh Biro Tapem saat dikonfirmasi. Abang kan lihat juga di video tidak (ada) pergerakan petugas sama sekali untuk melakukan pembongkaran ataupun pengusiran. Semua masih menunggu, dan terlihat di video pun anak-anak terlihat riang sambil berteriak; "Merdeka!" Tidak ada tangisan atau wajah kecemasan. Saya sendiri tidak tahu siapa yg mengkomandokan anak-anak untuk membawa kursi, karena kami semua masih di luar (PAUD)," imbuh Lurah Pinangsia itu.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif, saat dikonfirmasi tentang surat pernyataan yang dibuat Heni dan Syamsudin, yang isinya bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan saat dirinya ke lokasi pembongkaran bersama wartawan, menanggapi dengan enteng.
"Biasalah. Kan camat sama lurah waktu kita dialog, mengakui lalai dan meminta maaf," katanya.
Ketika ditanya apakah itu berarti dia lebih memercayai pernyataan Heni dan Syamsudin saat di lokasi dibanding yang tertuang dalam surat pernyataan? Secara tidak langsung aekretaris Komisi A DPRD DKI itu mengiyakan.
"Yang beginian saya biasa ngadepin. Fakta dibolak balik, biasa. Yang asli itu penjelasan pertama kali kita ketemu di rumah ketua RW dan di kantor camat. Banyak saksi. Dan teman-teman wartawan pun hadir. Mudah-mudahan ada yang rekam suaranya," kata dia.
Syarif mengingatkan tentang apa yang tergambar dalam video yang viral itu, dan yang hingga hari ini masih dapat ditonton di YouTube.
"Video itu jelas bercerita kok. Ada ibu-ibu (ngomong); "kenapa sekarang sih pindahnya?" Ibu Heni juga Kepsekmya bilang begitu," tegas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembongkaran PAUD Tunas Bina menjadi heboh karena selain mengerahkan sekitar 70 personel gabungan yang antara lain terdiri dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri, juga menurut Heni, Syamsudin dan warga setempat, dilakukan saat siswa PAUD masih menjalani proses belajar mengajar.
Selain itu, video yang menggambarkan siswa PAUD menggotong bangku mereka dari ruang kelas, juga viral di media sosial, bahkan sebelum Syarif dan wartawan tiba di lokasi sekitar pukul 14:30 WIB, lebih dari 2 jam setelah pembongkaran.
Ilham mengaku, semula ia tak tahu kalau ada video itu, hingga Biro Tata Pemerintahan (Tapem) mengirimkannya kepadanya.
Berikut kronologi pembongkaran PAUD Tunas Bina versi Pejabat Pemprov DKI Angkatan 2010 tersebut:
1. Rabu (17/10/2018) pukul 09:45 Ilham, Camat Tamansari Firmanudin dan tim gabungan ke lokasi, dan mendapati masih ada siswa shift 2 di kelas, karena PAUD dibagi 3 shift. Shift 1 jam 07.30 - 09.00 WIB, shift 2 Jam 09.00 - 10.00 WIB.
Keberadaan siswa di kelas membuat lurah, camat dan tim gabungan menunggu hingga para siswa keluar
2. Sambil menunggu, Ilham dan Camat mengecek kesiapan Musholla Al Amin yang berada di Lokbin Taman Kota Intan karena akan digunakan untuk menampung sementara barang-barang PAUD setelah gedungnya dibongkar.
3. Ilham dan Camat kembali ke PAUD dan mendapati siswa beserta orang tuanya sudah di luar karena kegiatan belajar sudah selesai. Ilham mengobrol dengan mereka sambil menginformasikan bahwa sementara PAUD dan Pos RW 07 sedang dibangun, kegiatan belajar PAUD direlokasi sementara ke kantor kecamatan.
"Mereka setuju dan sangat antusias. Tidak ada ketakutan atau histeria seperti yang diberitakan," kata Ilham.
4. Siswa dan orang tua murid pulang, Anggota Satpol PP, Satgas BIna Marga dan PPSU membantu memindahkan barang-barang inventaris PAUD ke kantor camat dan inventaris RW ke rumah dinas lurah.
5. Gedung PAUD dan Pos RW dirobohkan dengan eksavator.
Ilham mengaku hari ini, pukul 09:00 - 11:50 WIB dirinya diperiksa PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) DKI terkait pembongkaran itu.
"Saya ditanyai terkait kronologi dan tahapan (pembongkaran), apakah sesuai prosedur atau tidak," katanya.
Ia mengakui, kronologis yang ia sampaikan kepada PPNS sama dengan yang ia informasikan kepada harianumum.com.
Jadi, jika benar kronologi pembongkaran itu seperti yang dikatakan Ilham, maka kapankah video yang viral itu dibuat? Sangat misterius. (rhm}







