Jakarta, Harian Umum-PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan bangkai bus yang dihancurkan di lahan kosong kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa
Barat itu bukan miliknya meski bermerk Transjakarta. Bangkai bus hasil pengadaan tahun 2013 itu dipastikan sudah dibatalkan
sebelum sempat dikelola oleh Transjakarta.
"Semua armada bus kami, masih tersimpan dengan semestinya, baik bus yang masih dalam kondisi normal maupun yang mengalami kerusakan. Keseluruhan armada bus tersebut bermalam di depo milik Transjakarta, terkecuali bus-bus milik operator," ujar Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo, di Jakarta, Rabu (4/11).
Menurutnya, armada bus milik Transjakarta masih terawat dengan baik, di mana semua bus mendapat pengecekan secara rutin baik sebelum maupun sesudah beroperasi. Begitupun dengan armada yang dalam kondisi rusak masih terus dilakukan pengecekan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut yang tentunya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Dengan ini, perseroan menegaskan terkait adanya sejumlah armada bus yang dilakukan penghancuran berupa pembelahan body bus di sebuah lahan kosong kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak ada hubungannya dengan Transjakarta," katanya.
Hingga hari ini, tegasnya, bus-bus yabg terparkir di lahan kosong itu secara resmi bus-bus tersebut tidak diserahkan ke Transjakarta untuk dikelola. Sehingga, ucapnya, baik proses pengadaan bus hingga kabar pembelahan body bus tidak ada hubungannya sama sekali dengan Transjakarta.
Sebelumnya, sejumlah pekerja tampak sedang membongkar atau membelah 'bangkai' bus Transjakarta di sebuah lahan kosong di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lahan tersebut berada tepat di depan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi, Jalan Raya Dramaga KM 7, Kabupaten Bogor.
Bangkai bus yang sudah dihancurkan tersebut dikabarkan akan dibawa ke Bekasi untuk peleburan dan diolah kembali. Di lahan kosong ini, masih ada ratusan bangkai bus yang belum dibelah dan dihancurkan. (hnk)







