Jakarta, Harian Umum-Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) membantah alasan pemberian Sustainable Transport Award (STA) 2021 untuk DKI Jakarta karena salah satu aktivisnya menjadi Direktur Transjakarta. Pihaknya memastikan, mantan Ketua ITDP Indonesia, Yoga Adiwinarto yang saat ini jadi Direktur Teknik & Fasilitas PT Transjakarta adalah keputusan pribadi, bukan lembaga.
"Keputusan yg bersangkutan adalah keputusan pribadi, tidak ada sangkut paut dengan ITDP sebagai lembaga," ujar Manajer Komunikasi & Partnership ITDP Indonesia, Fani Rachmita, di Jakarta, Senin (2/11).
Menurutnya, pemberian STA 2021 itu dikarenakan Jakarta telah berhasil melakukan pengembangan transportasi yang berkelanjutan. Salah satunya adalah mengembangkan integrasi antar moda transportasi di Jakarta.
Dalam proses keikutsertaan kota dalam STA ini, ungkapnya, pihaknya membuka tahapan registrasi pada awal tahun (bulan Februari) melalui sosial media dan website resmi STA (www.staward.org) dan newsletter selama 1-2 bukan. Menurutnya, siapa pun yang mempunyai kontak langsung dengan pemerintah kota atau mempunyai detail mengenai program-program pengembangan transportasi berkelanjutan di kotanya dapat mendaftarkan kotanya untuk mengikuti STA.
Setelah itu, pendaftar akan disuruh mengisi form yang isinya: data diri dan diberikan pertanyaan untuk menjabarkan program-program pengembangan transportasi berkelanjutan yang dilakukan kotanya selama 2 tahun ke belakang dan foto-foto program tersebut. Apabila kota terpilih ke ronde kedua, akan ada form lagi dengan pertanyaan yang lebih detail dan pertanyaan tambahan dari para komite.
"komite STA ini terdiri dari para ahli dan organisasi skala internasional; WRI Ross Centre for Sustainable Cities, The World Bank, GIZ, ICLEI, BRT Center of Excellence, Clean Air Asia, CODATU, Despacio, AMEND, Asian Development Bank, dan ITDP Global," katanya.
Di ajang tahun ini, ungkapnya, Jakarta bersaing dengan kota-kota lain di dunia seperti Adis Ababa, Bogota, Auckland, Braga, Buenos Aires, Frankfurt, Sao Paulo dan lain sebagainya.
Direktur ITDP Asia Tenggara, Faela Sufa mengatakan, selama masa pandemi dan krisis lain seperti pemadaman listrik dan kerusuhan politik, sistem transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan; transportasi publik, berjalan kaki dan bersepeda, yang sudah dimiliki DKI Jakarta menjadi modal utama dalam memastikan kota dan warganya tetap dapat bergerak. Upaya dan keteguhan untuk mengambil keputusan tidak populer di kota yang warganya sangat bergantung pada kendaraan bermotor pribadi sangat patut diapresiasi.
“Semangat dari ajang Sustainable Transport Award (STA) adalah merayakan kota-kota dengan segala keterbatasan bersikukuh mewujudkan sistem transportasi adil dan terjangkau bagi semua warga tanpa terhalang umur, gender, kemampuan ekonomi dan fisik. Semoga penghargaan ini dapat menjadi pemicu untuk terus melakukan gebrakan-gebrakan baru dalam menerapkan kebijakan yang humanis dan ramah lingkungan,” ungkap Faela Sufa. (hnk)







