Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyerukan jajarannya dari tingkat RT hingga kabupaten/kota, serta anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan beberapa langkah yang direkomendasikan.
Langkah-langkah tersebut di antaranya meningkatkan pengawasan terhadap penghuni rumah kost dan tamu, serta melakukan Siskamling.
Seruan ini disampaikan menyusul masih maraknya aksi terorisme dimana setelah Surabaya diserang pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018), para pelaku kemudian menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018).
Informasi yang dihimpun, Kamis (17/5/2018), seruan itu disampaikan Anies melalui surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kewaspadaan Di Lingkungan Masyarakat.
Berikut isi surat yang diteken Anies pada Rabu (16/5/2018) tersebut.
Dalam rangka menciptakan Jakarta sebagai Ibukota Negara yang aman dan kondusif, dengan ini saya menyerukan kepada:
1. Para Anggota Dewan Kota/Dewan Kabupaten
2. Para Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan
3. Para Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat
4. Para Ketua Rukun Warga (RW) dan
5. Para Ketua Rukun Tetangga (RT)
Untuk:
Turut menjaga stabilitas guna meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masyarakat antara lain dengan:
1. Meningkatkan koordinasi dengan aparat wilayah dan aparat keamanan di lingkungan masing-masing
2. Meningkatkan pengawasan terhadap penghuni kost, warga pendatang dan/atau tamu
3. Mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) bersama warga
4. Melaporkan kepada aparat wilayah dan aparat keamanan apabila mengetahui atau menemukan situasi dan kondisi mencurigakan, dan
5. Mengajak warga untuk saling menjaga, menghadirkan suasana tenang, ikut peduli serta terlibat dalam merawat kerukunan dan kehormonisan lingkungan.
Surat seruan ini ditembuskan kepada Wagub Sandiaga Uno, Sekda Saefullah, para walikota dan bupati.
Seperti diketahui, paska serangan terhadap tiga gereja di Surabaya pada Minggu, yakni Gereja Pantekosta, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Santa Maria Tak Bercela, Anies menetapkan Jakarta dalam Status Siaga 1. Serangan itu ternyata berlanjut Senin terhadap Mapolresta Surabaya.
Tak berhenti sampai di situ, pada Rabu kemarin Mapolda Riau juga diserang oleh lima orang yang empat di antaranya ditembak mati di lokasi kejadian.
Jakarta sebagai Ibukota negara merupakan wilayah yang rawan aksi terorisme. Inilah daftar aksi teror yang pernah terjadi di Ibukota:
1. Ledakan bom bunuh diri di samping halte bus TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 24 Mei 2017
2. Serangan teror di Sarinah-Starbucks, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016
3. Teror Bom Buku yang ditujukan kepada tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Absar Abdalla pada 15 Maret 2011
4. Pengeboman Kedubes Australia (Bom Kuningan) pada 9 September 2004
5. Pengeboman di Kedubes Filipina pada 1 Agustus 2000
6. Pengeboman Hotel JW Marriot, Kuningan, Jaksel pada 5 Agustus 2003
7. Pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marrriot, Kuningan, Jaksel, pada 17 Juli 2009.
(rhm)





