Jakarta, Harian Umum- Sebanyak 234 kepala keluarga (KK) pemilik 169 unit rumah di Rawa Kepa RW 11, 14 dan 15 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang luluh lantak dilalap si jago merah pada 21 Januari 2019 lalu, mendapat bantuan 1.000 sak semen dari Bank DKI.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Gubernur Anies Rasyid Baswedan kepada Lurah Tomang Bambang Edi Kusumao, Kamis (14/2/2019), di Jalan Rawa Kepa 1.
Penyerahan ini disaksikan Dirut PT Bank DKI Wahyu Widodo dan jajarannya, Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi dan jajarannya, serta warga setempat.
Selain bantuan dari Bank DKI, Anies juga secara simbolis memberikan bantuan dari Bazis DKI yang disalurkan melalui Bank DKI, sebesar Rp2 juta/rumah atau total Rp338 juta untuk 169 unit rumah.
"Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membangun kembali rumah tinggal (yang terbakar)," kata Anies dalam sambutannya.
Mantan Mendikbud ini meminta kepada Bambang agar membantu menyalurkan 1.000 sak semen bantuan dari Bank DKI, dengan seadil-adilnya kepada warga yang berhak menerimanya, dan meminta kepada warga yang menerima bantuan dari Bazis melalui Bank DKI agar tidak menjadikan rekening yang diberikan bank plat merah itu hanya sebagai sarana menarik uang.
"Isi rekening itu dengan uang berapa saja, tapi secara rutin, karena uang dalam rekening itu nantinya dapat digunakan untuk membuka usaha, menyekolahkan anak, dan lain-lain," katanya.
Saat memberikan laporan, Bambang menjelaskan bahwa dari 234 KK atau 1.250 jiwa yang terdampak kebakaran di RW 11, 14 dan 15, sebanyak 60 orang di antaranya berstatus siswa SD, 24 orang siswa SMP, satu siswa SMA, 17 siswa SMK dan satu siswa TKBM.
Para siswa ini telah mendapat bantuan dari Sudin Pendidikan Jakarta Barat, dari SDN 011 Tomang dan SMAN 78 berupa uang yang dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti tas, buku, sepatu dan seragam sekolah.
"Seorang guru yang rumahnya habis terbakar juga telah mendapat bantuan dari PGRI sebesar Rp13 juta," katanya.
Ketua RW 14, Rano Widiawan, mengatakan, banyaknya rumah yang terbakar selain diakibatkan oleh adanya sebuah taksi milik warga RW 11 yang diparkir di tepi jalan, sehingga mobil pemadam kesulitan memasuki pemukiman dan menjangkau lokasi kebakaran, juga diakibatkan oleh banyaknya warga pendatang yang membangun rumah di tanggul Banjir Kanal Barat.
"Sesuai aspirasi yang disampaikan melalui saya, kami ingin ini ditertibkan, Pak," katanya.
Atas permintaan ini, Anies mengatalan insya Allah peemintaan itu akan ditindaklanjuti.
"Nanti kIta bahas dengan Pak Walikota," katanya.
CSR Bank DKI
Corporate Secretary Bank DKI, Herry Djufraini, menjelaskan, bantuan 1.000 sak semen yang diberikan kepada warga korban kebakaran di Rawa Kepa merupakan bentuk kepedulian Bank DKI yang direalisasikan dalam bentuk CSR (corporate social responsibility).
"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana kebakaran, karena bantuan ini dapat digunakan untuk merevitalisasi bangunan serta sarana dan prasarana yang terkena dampak bencana kebakaran di Rawa Kepa," katanya.
Ia menyebut, sepanjang 2018, Bank DKI telah merealisasikan program CSR dengan nilai sebesar Rp6,06 miliar yang utamanya disalurkan kepada sektor sosial kemasyarakatan sebesar 62,5%, pendidikan sebesar 13,7%, UMKM sebesar 15,5% dan sektor lainnya sebesar 8,3%.
Dari realisasi CSR sebesar Rp6,06 miliar sebanyak 72,44% atau sebesar Rp4,38 miliar ditujukan untuk mendukung program kerja Pemprov DKI Jakarta.
Pada 2018, sebagai apresiasi atas implementasi CSR Bank DKI terkait dengan Pemprov DKI Jakarta, untuk kali kedua Bank DKI mendapatkan penghargaan Padmamitra Award dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan utama CSR Bank DKI pada 2018 di antaranya adalah pemberian fasilitas kios dagang pelaku IKM di Lokbin Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Renovasi Sarana & Prasarana SLB Negeri 4 (Jakarta Utara) dan bantuan kepada korban bencana alam Krukut (Kuningan Cirebon), Pengadegan & Rawajati Jakarta Selatan, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), Palu, Sigi & Donggala (Sulawesi tengah) serta Selat Sunda (Banten).(rhm)







