Jakarta, Harian Umum - Pertanyaaan Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo kepada Capres nomor urut 02, Prabowo pada debat kedua soal kepemilikan lahan konsesi menguak adanya penguasaan lahan besar oleh beberapa pejabat dan pengusaha.
Kedua kubu capres saling tuding soal kepemilikan lahan konsesi. Imbasnya wacana pengembalian konsesi terus bergulir.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Rachland Nasidik mengatakan Presiden Joko Widodo perlu meminta maaf kepada rakyat Indonesia bila tak berani ambil alih lahan-lahan besar yang dikuasai Taipan. Hal tersebut dikatakan Rachlan lewat Twitter.
Bila @jokowi tak berani ambil alih lahan-lahan besar yang dikelola Taipan, ia perlu minta maaf pada rakyat Indonesia, khususnya pada Petani dan Buruh Tani. Janji Jokowi mau bagi bagi tanah dalam pidatonya itu bohong. Ia cuma mau mempermalukan @prabowo. Rakyat dipermainkan.
Sebelumnya pada pidato kebangsaannya di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (24/2/2019) lalu, Jokowi menyinggung soal konsesi lahan.
Dia mengungkap jika dirinya telah membagikan 2,6 juta hektare konsesi untuk rakyat. "Sudah kami bagikan sebesar 2,6 juta hektare dari 12,7 hektare," ujar Jokowi dalam pidatonya di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (24/2/2019) lalu.
Dia bahkan menyatakan akan menunggu pemilik konsesi lahan besar yang ingin mengembalikan ke negara.
"Jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan ke negara saya tunggu, saya tunggu sekarang," ungkap Jokowi.
Pidato Jokowi tersebut dikaitkan dengan Prabowo lantaran Jokowi sempat menyinggung lahan berstatus HGU milik Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh. (Zat)







