Jakarta, Harian Umum- Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau sejumlah pendukung presiden RI ke-7 yang juga Capres petahana di Pilpres 2019, Joko Widodo alias Jokowi, untuk mengembalikan lahan yang dikuasai agar dapat dibagikan negara kepada rakyat.
Imbauan ini disampaikan untuk menjawab pernyataan Presiden bahwa dia menunggu penerima konsesi besar untuk mengembalikan tanah-tanah kepada negara, agar dapat dibagikan kepada rakyat kecil.
"Ayo Pak @erickthohir, Pak Luhut, Pak Hari Tanoe, Sinar Mas dll. Bila Pak @prabowo seperti yang beliau sampaikan, bila negara memang membutuhkan beliau siap. Pak Jokowi tinggal datang saja dan sampaikan. Toh dulu beliau dengan ikhlas membantu Pak Jokowi. Apalagi kalau negara yang membutuhkan," kata Dahnil melalui akun Twitter-nya, @DahnilAnzar, seperti dikutip harianumum.com, Senin (25/2/2019).
Untuk diketahui, saat berpidato pada acara "Konvensi Rakyat: Optimis untuk Indonesia Maju" di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jabar, Minggu (24/2/1019) malam, Jokowi mengatakan kalau dia menunggu penerima konsesi besar untuk mengembalikan tanah-tanah kepada negara untuk dibagikan kepada rakyat kecil.
Pernyataan Jokowi itu langsung disambut hadirin dengan teriakan "Balikin! Balikin! Balikin!"
"Saya tunggu, saya tunggu, saya tunggu, sekarang dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil karena masih banyak rakyat yang membutuhkan," imbuh Jokowi.
Pernyataan Jokowi ini diduga kuat ditujukan untuk rival semata wayangnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto, yang pada 17 Februari 2019 lalu, saat Debat Capres II, dia serang dengan menyebut bahwa dirinya tahu Prabowo menguasai lahan seluas 220.000 hektare di Kaltim dan 120.000 hektare di Aceh.
Serangan ini kemudian menjadi blunder karena selain lahan yang dipermasalahkan tersebut berstatus Hak Guna Usaha (HGU), juga karena dari lahan-lahan itu pula Prabowo membiayai Jokowi saat maju sebagai Cagub di Pilkada Jakarta 2012.
Tak hanya itu, data kemudian juga mengungkap bahwa para pendukung Jokowi, baik perseorangan maupun korporasi, menguasai lahan yang sangat luas.
Mereka di antaranya adalah:
1. Ketum Partai Perindo yang juga Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amien, Hary Tanoesoedibjo, menguasai 62.000 hektare lahan tambang di Musi Banyuasin dan Samarinda
2. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menguasai sekitar 15.600 hektare lahan tambang dan kelapa sawit di Kutai Kartanegara.
3. Dewan Pembina TKN, Oesman Sapta Odang, menguasai sekitar 31.000 hektare lahan tambang di Karimun dan Kayong Utara
4. Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Saleh Husin, menguasai sekitar 81.200 hektar lahan kehutanan di Kalimantan Timur
5. Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir, menguasai 482.171 hektar lahan tambang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan. Garibaldi merupakan kakak dari Erick Thohir, ketua Tim Kemenangan Nasional Jokowi - Ma'ruf
6. Sinar Mas Grup menguasai 788.907 hektare di Riau dan Kalimantan
7. Salim Grup menguasai 413.138 hektare di Sumatera dan Kalimantan
Terkait konsesi, dalam acara semalam Jokowi mengaku kalau selama hampir lima tahun pemerintahannya, ia telah memberikan konsesi pengelolaan lahan bagi rakyat kecil seluas 2,6 juta hektare lahan hutan dari sekitar 12,7 juta hektare yang sudah disiapkan. Akan tetapi, belum dibagikan. (rhm)






