Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah perkasa terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (10/6/2026) pagi, setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5% pada Selasa (9/6/2026).
Investing melaporkan bahwa rupiah dibuka ada posisi Rp18.050/dolar AS, melemah tajam 133,3 poin dari penutupan Selasa yang berada di posisi Rp17.916,7/dolar AS.
Namun, rupiah kemudian bergerak di zona hijau, dan pada pukul 10:09 terpantau berada di 17,996.3/dolar AS karena menguat 79.6 poin atau 0.44% dari posisi pembukaan.
Di sisi lain, pada jam yang sama Bloomberg melaporkan rupiah berada di 17.989,5/dolar AS karena memguat 68,50 poin atau 0.38%.
Dikutip dari bisnis, Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan ditutup pada rentang Rp18.050-Rp18.100 hari ini.
Menurut dia, sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel mengatakan mereka telah menghentikan serangan satu sama lain, mengikuti serua Presiden AS Donald Trump agar mereka segera menghentikan penembakan, meskipun Teheran mengatakan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pernyataan video yang disiarkan oleh televisi Israel bahwa Israel akan merespons dengan kekuatan jika Iran menyerang lagi.
Trump mengatakan kepada Axios dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin bahwa ia memperingatkan Netanyahu bahwa ia mungkin akan mendapati dirinya berperang sendirian jika ia kembali berperang dengan Iran.
Pasar juga khawatir bahwa inflasi yang didorong oleh energi dapat tetap tinggi, mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve, dan dalam beberapa kasus, memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Hal ini telah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS lebih tinggi.
Selain itu, para pedagang juga akan mengamati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada bulan Mei yang akan dirilis hari Rabu inj, yang diperkirakan akan naik 4,2% YoY, setelah angka April yang sudah tinggi sebesar 3,8%.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan, BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada Selasa. Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5% kurang lebih 1% yang ditetapkan Pemerintah.
Sehubungan dengan itu, BI memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing. (man)







