Teheran, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembak dan menghentikan tiga kapal tanker pengangkut minyak, karena dianggap melanggar batas di Selat Hormuz.
"Komando Angkatan Laut IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi bahwa beberapa jam sebelumnya, tiga kapal tanker minyak yang melanggar dan “terus bergerak di jalur yang tidak aman dan ilegal (di Selat Hormuz) meskipun telah diperingatkan, telah ditembak dan dihentikan," demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Rabu (29/7/2026).
Tidak dijelaskan bagaimana kondisi ketiga kapal itu, akan tetapi Angkatan Laut IRGC sekali lagi memperingatkan bahwa intervensi ilegal, arahan, dan larangan dari tentara Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal agar melalui Selat Hormuz, tidak akan dibiarkan begitu saja.
"Karena Angkatan Laut IRGC akan terus menjalankan manajemen penuh atas Selat Hormuz," imbuh Tasnim.
Seperti diketahui, penutupan Selat Hormuz telah memicu krisis energi global, sehingga AS yang menjadi pemicu perang dengan Iran, berusaha mengatasinya dengan cara mengawal kapal-kapal yang ingin melewati perairan yang menjadi distribusi 20% kebutuhan minyak global tersebut.
Namun, sejauh ini tidak berhasil, karena setiap kapal yang melewati selat itu akan ditembak Iran, dan AS tak mampu menghentikan ini, meski sempat terjadi baku tembak, dan sebagai gantinya, AS menyerang infrastruktur dan fasilitas penting lainnya, seperti jembatan dan pembangkit listrik.
Situasi makin rumit karena Gerakan Ansarullah yang mendukung Iran, membalas dukungan Arab Saudi untuk AS, dengan menutup Selat Bab el-Mandeb, khusus untuk kapal-kapal tanker Arab Saudi.
Tindakan AS menyerang infrastrukturnya dibalas Iran dengan merudal pangkalan-pangkalan militer Negeri Paman Sam di negara-negara di kawasan Asia Barat, termasuk Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Oman, bahkan Irak.
Terakhir, pada Rabu (29/7/2026) pagi waktu setempat, sebagaimana dilaporkan Tasnim, IRGC kembali menghantam pangkalan militer AS di Yordania.
"Angkatan Udara IRGC meluncurkan beberapa rudal balistik ke pangkalan udara AS dan markas Komando Pusat militer AS di Yordania,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi, sebagaimana dilansir Tasnim. (man)







