Jakarta, Harian Umum - Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk TNI Angkatan Darat (AD) untuk mengerjakan proyek Jembatan Garuda, jembatan perintis yang dibangun di wilayah terpencil dan wilayah terdampak bencana.
Program Jembatan Perintis merupakan bagian dari tugas Satgas yang dibentuk oleh Presiden Prabowo pada 28 November 2025, menyusul banyaknya laporan mengenai anak sekolah di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras, karena tidak adanya jembatan yang layak.
Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana menjelaskan, mengapa Presiden menunjuk TNI AD untuk mengerjakan proyek itu, karena TNI memiliki kemampuan teknis membangun jembatan, sekaligus memiiki jaringan hingga ke desa-desa.
'Penunjukan TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana program ini didasari sejumlah pertimbangan. Satuan Zeni TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan teknis pembangunan jembatan didukung jaringan komando kewilayahan yang menjangkau hingga tingkat desa," kata Kurnia dalam jumpa pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Ia menambahkan, TNI AD memiliki pengalaman panjang dalam membangun infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa, ataupun berbagai operasi kemanusiaan sehingga mampu bekerja secara cepat, tepat, dan efisien.
"Termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau, didukung kemampuan mobilisasi personel dan peralatan ke daerah terpencil," imbuhnya.
Kurnia menjelaskan, pemerintah menargetkan pembangunan Jembatan Garuda di 2.838 titik yang tersebar di 38 provinsi, dengan prioritas kabupaten/kota yang memiliki tingkat keterisolasian tinggi, serta kebutuhan konektivitas mendesak.
Dari target tersebut, sebanyak 1.416 titik atau 49,9 persen telah selesai dibangun, seme Tara sisanya, yakni 1.422 titik (50,1%), masih dalam pengerjaan.
"Terdiri dari 80 jembatan bailey, 524 jembatan armco, 459 jembatan beton, dan 353 jembatan perintis," jelas Kurnia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Jembatan Garuda antara lain telah dibangun di Kampung Dukuh, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten; di Kabupaten Wonosobo, tepatnya di perbatasan Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang; dan di Banyuwangi.
Di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jembatan Garuda akan mulai dibangun di 11 titik, mayoritas berada di atas Sungai Oya. (man)







