Jakarta, Harian Umum - Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang bakal berlangsung dua hari lagi yakni 27 Juni 2018. Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) kembali mengadakan polling guna mengetahui pilihan masyarakat Jawa Barat, terhadap 4 Pasangan Calon Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Barat Pada Pilkada 2018.
Dikatakan Koordinator Data Puskopi, Andre Gunawa, pada dua hari jelang Pilkada Jawa Barat, pihaknya telah menemukan bahwa saat ini baru 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti.
Menurutnya jika pada H-1 pencoblosan tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan.
“Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,” ujar Andre dalam rilisnya kepada redaksi harianumum.com, Senin (25/6/2018).
Lebih lanjut, terkait hasil polling Puskopi yang dilakukan pada tanggal 17 sampai 23 Juni 2018, kepada 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki Hak pilih dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling.
Ketika responden ditanyakan pasangan Gubernur - Wakil Gubernur yang akan dipilih jika Pilkada digelar hari ini kata dia, dari 1.769 responden ternyata 33,9 persennya mengaku akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat -Ahmad Syaikhu yakni pasangan yang diusung oleh partai Gerindra dan PKS.
Sementara diurutan kedua pasangan Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi mendapat penilain sebanyak 29.3 persen, Ridwan Kamil - UU Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen dan pasangan yang diusung Partai PDI-Perjuangan TB.Hasanuddin - Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2.8 persen tidak menjawab.
"Dengan demikian kata Andre, sudah dapat dipastikan pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku bakal menang di Pilkada Jawa Barat," ungkapnya
Kedati demikian, ia menyarankan pasangan Asyik tidak boleh lengah lantaran adanya potensi kecurangan pada Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi. Terutama pasangan Asyieq juga harus menilai pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang tidak bisa dianggap remeh.
"Karena masih selisih di bawah 5 persen dengan pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku,” imbuhnya.
Kenapa Pasangan Asyik Unggul Di Poling Puskopi ?
Berbeda dengan pasangan Sudrajat - Ahmad Syaiku yang menempati urutan pertama dalam poling ini. Pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum justru dinilai sulit untuk menang dalam pilkada Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Andre, karena banyak isu negatif yang menimpanya, misalkan isu dugaan keterkaitan dia dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu sebesar Rp1,3 miliar. Sebab saat itu dia menjabat sebagai Ketua BCCF.
“Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh Parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” kata dia.
Begitu juga nasib pasangan TB Hasanuddin - Anton Charliyan yang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah, karena pasangan ini kata dia terkena terpaan isu medsos bahwa partai pengusungnya sama dengan partai yang mengusung Ahok.
“Dan Anton Charliyan Juga dikenal sebagai Kapolda Jawa Barat yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di SP3 kan,” pungkasnya.
Diinformasikan, penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 23 Juni 2018, kepada 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki Hak pilih dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling, Sehingga secara Proposional Peserta Pooling tersebar sesuai jumlah besaran prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota Se Jawa Barat. Survei ini memiliki Margin of Error sebesar -/+ 2.33 % dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen.(tqn)







