Jakarta, Harian Umum- Warganet mengingatkan warga Jawa Barat agar hati-hati dan waspada, menyusul penyerangan terhadap dua orang ulama yang seorang di antaranya meninggal dunia.
Kedua ulama yang diserang adalah KH Umar Basri, ulama Cicalengka yang diserang pekan lalu, saat sedang beribadah di masjid.
Terakhir, ulama yang diserang adalah Ustad R Prawoto , ulama yang juga komandan brigade Persis. Ia diserang, Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 04.00 WIB di kediamannya di Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kidul, Bandung, Jawa Barat.
Menurut informasi, saat kejadian korban hendak menjalankan shalat subuh. Saat akan berwudlu, ia mendengar suara mencurigakan dari depan rumah dan memergoki pelaku sedang merusak rumahnya dengan sebatang linggis.
Marah atas perbuatan pelaku, korban menegur dan langsung diserang pelaku dengan linggisnya itu. Korban sempat menghindar, namun dikejar. Ketika tersusul, korban langsung dipukuli pelaku dengan linggisnya itu, sehingga luka parah di kepala dan wajah.
Teriakan-teriakan kesakitan dan permintaan tolong korban saat dipukuli, didengar keluarga dan tetangganya. Mereka berdatangan untuk menolong korban, dan menangkap si pelaku. Korban dilarikan ke RS Santosa, Bandung, tapi nyawanya tak tertolong. Sementara pelaku dihajar warga hingga babak belur, san diserahkan ke polisi.
Belakangan, kepada pers, polisi mengatakan kalau pelaku pelaku mengidap gangguan jiwa alias orang gila, namun pegiat medsos banyak yang tak percaya. Termasuk Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
"Innalillahi ..... siapa yang melepas orang gila itu? Orang gila tidak muncul seketika lalu membunuh ...modua ini harus membuat Polri waspada ... ayo @DivHumasPolri segera bikin konferensi pers sebab keresahan mulai muncul .... Waspadalah!" kata Singa Parlemen itu melalui akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah, seperti dikutip harianumum.com, Jumat (2/2/2018).
"Orang gila ada pemikiran buat bunuh orang pun sudah aneh," kicau pemilik akun @andout6.
"Kami mengutuk keras pembunuhan terhadap Ustaz R Prawoto, komandan Brigade Pusat Persis dengan menggunakan linggis yang pelakunya disebut gila. Beberapa waktu lalu penganiaya pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah juga disebut gila. Ini patut kita curigai," kata pemilik akun @musniumar.
"Sudah beberapa ustad dikirim ke penjara, sekarang sudah terjadi pembunuhan. Umat Muslim rapatkan barisan untuk memghadapi segala yang akan terjadi," tegas pemilik akun @AbdulRochmatir.
Spekulasi pun dikembangkan, karena tak sedikit warganet yang mengait-ngaitkan kejadian ini dengan beberapa kejadian mutakhir di Tanah Air, termasuk isu kebangkitan PKI, dan wacana Plt gubernur Jabar dan Sumut dari jenderal Polri yang dilontarkan Mendagri Tjahjo Kumolo.
Spekulasi ini membuat mereka mengingatkan warga Jabar agar hati-hati dan waspada.
"WASPADA!!! Strategi Cipta Kondisi Tak aman (+) Ada kesan "Jabar harus DIPIMPIN cagub dari aparat hukum, (+) Efek lanjut kekalahan DKI Jakarra, ulama sebagai ikon kemenangan=dipersekusi, umat diadu domba,(+) Cipta gaduh agar eksodus TKA Cina aman, (+) Tutupi kegagalan pemerintah," ujar pemilik akun @ZakyHiromasa.
"Hati-hatii Jawa Barat .... menjelang Pilkada 2018 ... khususnya ulama-ulama dan pemuka agama islam, akhirnya jadi pembenaran PJS (pejabat sementara, red) gubernur jenderal polisi," kata pemilik akun @BrataRobinho.
"Hati-hati Jabar dikondisikan tidak aman oleh Orang Gila menjadi Zombie. Untuk pembenaran plat Plt gubernur Polri," ujar pemilik akun @EndjahH. (rhm)
??????







