Jakarta, Harian Umum - Sebuah video yang memperlihatkan perbincangan seorang konten kreator dengan ibu dari siswi yang menjadi korban MBG, viral di media sosial.
Video yang di-posting akun Instagram @kasitau.info dan diposting ulang akun X @liaasister mengabarkan tentang seorang siswi yang mengalami amnesia parah setelah keracunan menu MBG.
"Anak ini tadinya anak berprestasi, bahkan menjadi wakil ketua OSIS . Setelah keracunan MBG menjadi seperti hilang ingatan nya sebagian besar, sehingga tidak mengenali teman, guru bahkan adeknya . Kok bisa ya ? 🤯🤯," kata @liaasister untuk menarasikan video itu, dikutip Selasa (8/9/2026)
Di video itu sendiri terdapat teks dengan background putih dengan teks berbunyi: "Alami keracunan MBG, hilang ingatan 70%, dulu siswi berprestasi".
Dari percakapan antara konten kreator yang hanya terdengar suaranya, dengan ibu dari siswi tersebut diketahui kalau siswi itu bernama Febiola Beru Purba, dan dia diduga keracunan jamur racun dari menu MBG.
"Kata dokternya ada racun jamur," kata si Ibu menjawab pertanyaan konten kreator. Ia bertanya kepada si anak yang duduk di ranjang rumah sakit untuk meminta kepastian, tapi si anak diam saja.
"Nggak bisa ngomong," kata si Ibu.
Dia menjelaskan kalau Febiola tidak ingat apa-apa, bahkan terhadap adik dan kakaknya pun dia tidak lagi mengenalinya.
Ibunya juga mengatakan kalau Febiola selalu juara 1 sejak awal semester dan pernah menjadi ketua OSIS.
Kronologi
Dari Kompas Medan diketahui kalau Febiola (16) adalah siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo. Dia keracunan ikan tongkol pada menu MBG yang disantap pada 13 Agustus 2026.
'Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kayak gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus Lusiana Sitanggang (49), nama ibu Febiola.
Setelah itu, Febiola merasa pusing, akan tetapi tetap mengikuti proses belajar mengajar di kelas hingga selesai.
Begitu tiba di rumah setelah kelas bubar, pusingnya kian menjadi. Badannya juga gatal-gatal, dan dia muntah ketika meminum Bear Brand.
Badannya juga mendadak lemas.
Elvinus yang panik, meminta bantuan tentara di depan rumah dan membawa Febiola ke RSU Kabanjahe.
“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” kata Elvinus.
Selama tiga hari Febiona dirawat lalu pulang. Namun ia kembali kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Dua hari berselang, dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan dirawat selama seminggu.
Selanjutnya anak dari enam bersaudara ini dirawat jalan dan beberapa kali kontrol kesehatan ke RSUP Adam Malik, dengan alasan jarak yang cukup jauh ke RSU Haji.
Pada Sabtu (5/9/2026), Febiona kembali kejang-kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Amanda.
Pada Senin (7/9/2026), Febiola kembali dilarikan ke RSUP Adam Malik karena kondisinya kembali memburuk, bahkan diduga mengalami gangguan ingatan alias amnesia.
Setibanya di sana, dia dipindahkan ke kursi roda dan dibawa ke ruang Poli Psikiatri, dan diperiksa dokter spesialis Gastro anak, dokter spesialis neurologi anak, dan dokter psikiatri.
Febiola kenudian diberi sejumlah obat, dan kembali dibawa pulang.
Elvinus mengatakan, kondisi yang sangat memprihatinkan dari Febiona ada di bagian lidah.
“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” katanya.
Selain itu, Febiona disebut sempat mengalami gangguan ingatan. Hal itu diketahui ketika Febiona dirawat di rumah, kerabat dan temannya siswa sempat menjenguk. Di situ lah, Elvinus melihat anaknya lupa dengan orang yang sebelumnya dikenal dekat.
"Bibinya kalau datang, ini siapa. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” katanya. (rhm)







