Jakarta, Harian Umum- Pemprov DKI Jakarta berencana menertibkan ondel-ondel keliling dan menempatkannya di tempat-tempat wisata sebagai bagian dari atraksi untuk menarik perhatian pengunjung.
"Informasi yang saya dapat dari Gubernur seperti itu; ondel-ondel keliling akan ditertibkan karena tak elok juga warisan seni budaya Betawi digunakan untuk mengamen," ujar Ketua Umum Bamus Betawi, Zainuddin, kepada wartawan di gedung DRD DKI Jakarta, Senin (5/3/2018).
Politisi Golkar ini mengakui, penertiban yang akan dilakukan Satpol PP bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ini terkait upaya Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno untuk mengangkat ciri khas budaya Betawi sebagai budaya etnis asli DKI Jakarta, sehingga kelak Ibukota akan kental dengan nuansa Betawi.
Dasar dari upaya ini adalah Perda No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, dan Pergub No 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Budaya Betawi.
"Modernisasi memang perlu, namun modernisasi takkan bisa bertahan kalau tak ada akar budaya," tegasnya.
Meski demikian anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini mengakui, meski ditertibkan bukan berarti grup-grup ondel-ondel keliling tak bisa lagi mencari nafkah, karena oleh Disparbud, mereka akan diberi tempat di tempat-tempat wisata untuk menghibur pengunjung di sana.
Tempat-tempat hiburan dimaksud di antaranya Monas, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Impian Jaya Ancol.
"Jadi, harkat dan martabat mereka akan ditingkatkan, sehingga tak perlu lagi mengamen," imbuhnya.
Sementara itu, terkait penyelenggaraan Asian Games XVIII pada 18 Aguatus-2 September 2018 di Jakarta dan Palembang, politisi yang akrab disapa Oding ini juga mengatakan, Gubernur telah memberitahukan bahwa penyelenggaraan Asian Games di Jakarta akan diwarnai seni budaya Betawi.
"Nanti, saat pembukaan, tari-tarian Betawi akan ditampilkan. Hasil kerajinan khas Betawi juga akan dijadikan cendera mata," katanya.
Oding mengakui kalau sudah saatnya Budaya Betawi menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, karena selama ini budaya Betawi kian tergerus oleh arus modernitas yang berkiblat pada adat dan kebiasaan orang Barat.
"Jadi, nantinya akan banyak sanggar budaya Betawi yang didirikan, dan budaya Betawi juga akan masuk kurikulum pendidikan. Saat ini instansi-instansi pemerintahan juga telah hampir semuanya menghidupkan nuansa Betawi di kantornya, antara lain dengan memajang ondel-ondel," pungkasnya. (rhm)







