Cilacap, Harian Umum - Gempa dengan magnitudo 5,4 mengguncang Cilacap pada Jumat (4/9/2026) pukul 12:04 WIB, tepat saat umat Islam sedang menunaikan ibadah Salat Jumat.
Akun X BMKG melaporkan, episentrum gempa itu berada di 8.42 LS - 109.02 BT dari kedalaman 10 kilometer.
"Pusat gempa berada di laut 77 kilometer tenggara Cilacap," kata @infoBMKG.
Gempa ini dirasakan Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo, dan Purwokerto dalam skala III MMI; dirasakan di Pangandaran dalam skala II-III MMI; serta dirasakan di Sleman, Pacitan, dan Wonogiri dalam skala II MMI.
Pakar Gempabumi dan Tsunami Daryono Perwira Sakti mengatakan, gempa yang mengguncang Cilacap ini merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia atau lazim disebut sebagai gempa Intra-Slab.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Gempa Cilacap M5,3 yang mengguncang Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Kulonprogo, Bantul, Pangandaran, Pacitan, Sleman, dan Wonogiri merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia atau lazim disebut sebagai gempa Intra-Slab," kata Daryono dikutip dari akun X-nya.
Ia juga mengatakan bahwa dari hasil analisis, gempa ini memiliki pergerakan menurun.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki pergerakan turun (Normal Fault)," katanya.
Belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan kerusakan pada bangunan atau tidak, dan apakah ada korban jiwa atau luka. (rhm)


