Jakarta, Harian Umum - Sejumlah Warga Rumah Susun (Rusun) Griya Tipar Cakung, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, melaporkan dugaan adanya penjualan unit hunian di Rusun mereka tinggal.
Laporan ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan berkas bertanggal 4 November 2021 melaporkan oknum ketua RT dan oknum bagian tata usaha.
Berdasarkan berkas laporan yang bocor ke wartawan, Kamis (11/11/2021), diketahui kalau unit-unit itu dijual dengan harga bervariatif, mulai dari Rp7 juta, Rp15 juta dan hingga di atas Rp20 juta.
Transaksi bernilai hingga puluhan juta itu lebih pada membisniskan unit-unit di Rusun tersebut, karena setelah si pembeli membayar, dia tetap dikenakan biaya sewa per bulan, karena Rusun Griya Tipar Cakung merupakan rumah susun sewa (Rusunawa).
"Iya, tetap bayar sewa per bulan," kata seorang warga.
Lebih lanjut dia mengatakan hingga hari ini, menurut warga, sudah puluhan unit hunian di Rusunawa Griya Tipar Cakung yang dibisniskan.
Modus transaksi ilegal ini adalah, dengan "membeli", maka seseorang tidak perlu waiting list untuk dapat menghuni unit hunian di Rusun Griya Tipar Cakung.
Dengan "membeli", hanya dalam waktu 2-3 hari, hunian sudah didapat dan langsung dapat ditempati.
"Normalnya, Pak, ketika kita akan menyewa unit hunian di Rusun Tipar Cakung, kita lebih dulu melakukan sirukim, yaitu mengisi data-data secara online, setelah itu kita menunggu sampai mendapatkan pemberitahuan bahwa unit yang akan dihuni telah tersedia, karena ada yang kosong akibat penghuni sebelumnya pindah dan tidak memperpanjang sewanya.
Lamanya menunggu itu tidak tentu, karena bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan ada yang setahun lebih. Saya saja menunggu sampai lebih dari enam bulan, karena orang yang berminat tingga di Rusun Griya Tipar Cakung memang banyak, sehingga setelah kita melakukan sirukim, kita masuk waiting list," katanya
Dari berkas laporan itu juga diketahui kalau unit hunian yang dibisniskan di antaranya berada di Blok Jatisari, Blok Kruing, dan Blok Mahoni.
Hingga berita ditulis, oknum tersebut belum dapat dikonfirmasi.







