Madiun, Harian Umum - Polisi masih bergerak untuk mencari bukti-bukti kasus pembunuhan Sadis yang dilakukan Dwi Bagus Martono (DGM), warga Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30); dan anak istri sirinya, Arshaka Ghafa El Faezya (4).
Seperti diberitakan sebelumnya, DGM membunuh Dini dan Arshaka dengan cara dicekik, lalu dibakar dan dibilang dengan penggilingan daging hingga jasad kedua korban hancur lebur.
Rencananya, jasad-jasad yang sudah hancur itu akan dibuang ke laut.
Informasi terbaru, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur telah memeriksa tungku di mana jasad Dini dan Arshaka dibakar, dan polisi juga telah menyita mobil Suzuki Karimun berwarna silver dengan nomor polisi AE 1198 RR milik pelaku, karena ditengarai terkait dengan pembunuhan sadis itu.
Dilansir DetikJatim, Selasa (27/10/2026), saat Tim Labfor memeriksa tungku tersebut, ditemukan tulang-tulang yang diduga milik kedua korban.
Tungku tersebut berada di belakang rumah DGM. Bentuknya menyerupai cerobong dengan tinggi sekitar 2 meter dan terbuat dari bata ringan berwarna putih.
Pemeriksaan tungku dilakukan dalam rangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Jatanras dan Satreskrim Polres Madiun Kota.
"Hanya berupa tulang korban yang ditemukan di tungku," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun kota AKP Agus Riyadi kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Agus mengatakan polisi belum menemukan tengkorak kepala korban, sehingga penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus dilakukan.
Mobil pelaku di sita
Penyitaan mobil Karimun milik pelaku dilakukan polisi Senin (26/10/2026) malam. Saat diambil polisi, mobil itu berada di garasi rumah orangtua DGM di Jalan Doho, Gang Tentrem, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
"(Mobil itu) sudah dibawa (polisi) tadi malam," ujar Eko, warga Jalan Doho, Selasa (27/10/2026).
Dia menjelaskan, mobil itu diangkut dengan menggunakan kendaraan besar pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, ia mengaku tak tahu mobil itu dibawa ke mNa.
"Tidak tahu saya dibawa kemana kendaraan itu, saya tahu (mobil itu dibawa polisi) saat masih belum tutup warung," kata Eko.
Hingga berita ditulis, media belum dapat mengonfirmasi soal mobil itu kepada orangtua DGM, karena rumahnya tampak sepi dan dipasangi garis polisi. (man)





