Bandung, Harian Umum - Forum Alumni Perguruan Tinggi Berijazah Asli (ForAsli), Kamis (7/3/2023), menggelar Bincang-bincang Kebangsaan yang juga dihadiri sejumlah guru besar dari sejumlah perguruan tinggi.
Acara ini dimoderatori oleh Ir. Syafril Sjofyan, MM, dan menghadirkan lima narasumber, yakni Ekonom dan p ngamar politik Dr. Anthony Budiawan; Prof. Dr. Herman Susanto, Sp.OG.(K); Prof. Dr. Ir. Ana Rochana, MS; dan Ketua Gerakan Bela Negara GBN) Poernomo Hidayat.
Acara dibuka oleh Budi Rijanto (Alumnus ITB) selaku ketua penyelenggara, dan Dindin S Maolani (Alumnus Unpad) mewakili Tim Pengarah.
Bincang-bincang Kebangsaan ini membahas berbagai topik terkait masalah kebangsaan pasca Pemilu.
Dari pembahasan tersebut, dapat ditarik poin-poin sebagai berikut:
1. Bahwa dalam rangka penguatan oligarki, maka pada Pemilu, khususnya Pilpres 2024, terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dengan menghalalkan segala cara, melanggar konstitusi dan pelanggaran etika berat, demi sukses pasangan Prabowo-Gibran untuk menang dalam satu putaran.
2. Bahwa proses politik di DPR untuk menjalankan Hak Angket penting untuk mendapat dukungan para akademisi. Penyelidikan Pansus Angket DPR sangat bermakna bagi proses hukum maupun politik lanjutan, termasuk kemungkinan pemakzulan Jokowi.
3. Bahwa upaya pelanggengan kekuasaan Jokowi dan keluarga membahayakan negeri. Nepotisme merupakan tindakan kriminal sebagaimana diatur dalam Pasal 22 UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
5. Bahwa oligarki bersama Jokowi telah menginjak-injak sistem demokrasi yang dianut bangsa Indonesia. Pancasila dan UUD 1945 tidak dijalankan dengan konsisten. Kedaulatan rakyat yang tergerus harus dipulihkan kembali melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia, khususnya para akademisi.
Atas dasar hal tersebut maka For Asli dengan didukung 23 guru besar dan 13 doktor yang berasal dari berbagai Perguruan Ringgi di Medan, Surabaya, Bogor, Jakarta dan Bandung menyampaokan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Menolak Proses Pelaksanaan Pemilu, khususnya Pilpres 2024 yang terindikasi kuat dilakukan dengan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).
2. Mendukung penggunaan Hak Angket DPR untuk melakukan penyelidikan atas pelanggaran Undang-undang oleh Presiden Jokowi dan penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu.
3. Mendesak Jokowi untuk mundur dari jabatan sebagai Presiden dan dalam hal tidak mengundurkan diri, maka proses pemakzulan sesuai dengan ketentuan Konstitusi harus segera dijalankan.
4. Mengutuk praktek politik dinasti Jokowi serta mendesak agar aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan pelanggaran delik Nepotisme sebagaimana diatur Pasal 22 UU No 28 tahun 1999 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP.
5. Mengajak seluruh rakyat Indonesia berjuang bersama untuk memulihkan kembali kedaulatan rakyat yang nyatanya dicuri oleh sekelompok orang (oligarki) yang secara rakus telah menguasai ekonomi (bisnis), politik serta bidang lainnya.
Untuk diketahui, ForAsli adalah organisasi pergerakan yang terdiri dari 18 alumni perguruan tinggi dan guru besar.
Berikut datanya:
1. Prof. Dr. Herman Susanto, Sp.OG.(K)
2. Prof. Dr. Ir. Ana Rochana, MS.
3. Prof. Dr. Ir. Robert Mohammad Delinom
4. Prof. Dr. Ir. Yuyun Yuwariah, M.S.
5. Prof. Dr. Anton Minardi, S.IP., SH., M.Ag., MA.
6. Prof. Dr. Sanusi Uwes
7. Prof. Dr. Didin S. Damanhuri (Bogor)
8. Prof. Dr. Eman Suparman, SH., MH.
9. Prof. Ir. Widi Agoes Pratikto, M.Sc, Ph.D.(Surabaya)
10. Prof. Dr. Hj. Hesti Armiwulan, M.Hum, CMC. (Wkl Ketua Komnas HAM 2007-2010)(Surabaya)
11. Prof. Dr.Hafid Abbas (Anggota Komnas HAM 2012-2017) (Jakarta)
12. Prof. Dr. Ir. Koesmawan Adang Soebandi
13. Prof. Dr. Ir. Usman Nasution (Medan)
14. Prof. Dr. Endang Caturwati
15. Prof. Dr. Husen Kartamiharja, SpKN.
16. Prof. Dr. Maman Kusman
17. Prof. Dr. drs. Soeganda Priyatna, MM
18. Prof. Dr. Suryana Sumantri
19. Prof. Dr. Syarif Hidayat
20. Prof. Dr. Tatang Bisri, SpAM. (K)
21. Prof. Dr. Agus Taufiq, AI
22. Prof. Sony Suhandono, MSc., Ph.D.
23. Prof. Dr. Zulganef
24. Dr. Anthoni Budiawan (Jakarta)
25. Dr. Ing. H Suparno Satira, DEA.
26. Dr. rer.nat. Dadang Kurniadi Mihardja
27. Dr. H. Subur Dwiono, MSi.
28. Dr. Ir. Memet Hakim
29. Dr. Abdullah Hehamahua, SH., MM. (Jakarta)
30. Dr. Marwan Batubara (Jakarta)
31. Dr. Ir. Samsul Bahri
32. Dr. Tetty Kusmawati Djajaprawira, M.KM.
33. Dr. Ir. Sujana Royat, DEA
34. Dr. KH. Aby Cecep S. Anshori, MA., M.Pd.
35. Dr. Yan Orgianus
36. Dr. Hendy, SSr.
37. Ir. Muslim Tampubolon
38. Ir. Djoefan Nawawi Al Mukarrromah
39. Ir. Yan Mulyana, MT. Ars.AI
40. Ir. H. Aan Fathoni, MSc., AI
41. Hafidh Indrawan, M.Sn
42. Ir. Johansyah
43. Ir. Feizal Q Karim, M.Eng.
44. Ir. H. Basyaruddin Asnawi
45. Drs. Janni Waksman
46. Paskah Irianto, SE.
47. Drs. Darlis Yasben
48. Lukmanul Hakim, S. Sos
49. Dindin S Maolani, SH.
50. M. Rizal Fadillah, SH.
51. Susi Kusmiati, SH.
52. Drs. Gani Ruswandi
53. Ir. Budi Rijanto
54. Ir. Syafril Sjofyan, Bk.Teks., MM.
(man)






