Jakarta, Harian Umum - Badan Eksekutif Mahasiswa dari dua universitas, Senin (25/6/2026) , menggelar unjuk rasa di depan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, untuk menyuarakan enam tuntutan yang mereka usung.
Mahasiswa yang berjumlah sekitar 125 orang tersebut dari BEM Universitas Bung Karno (UBK) dan BEM Universitas Terbuka.
Para mahasiswa itu tiba sekitar pukul 14:30 WIB dengan membawa satu unit mobil komando. Awalnya mahasiswa yang di antaranya berjaket almamater merah dan biru itu berencana menggelar aksi di depan Istana, akan tetapi akses menuju ke sana telah ditutup polisi Mahasiswa kemudian berencana menggelar aksi di Patung Kuda, akan tetapi akses ke sana telah diblokade besi oleh polisi tepat di depan Monas Jalan Medan Merdeka Selatan.
Para mahasiswa itu sempat sangat marah karena meski akses ke Patung Kuda telah dibarikade besi, akan tetapi polisi juga membuat pagar betis beberapa meter di depannya.
"Tabrak saja polisi-polisi itu!" kata seorang orator dari atas mobil komando, kepada sopir mobil itu. Si sopir nampak ragu.
Sebelum mobil melaju, terjadi ricuh karena mahasiswa yang tak sabar mendorong blokade polisi.
"Kami minta polisi mundur sampai barikade besi itu!" kata orator lagi.
Polisi tak bergerak, maka terjadi lagi dorong-dorongan dengan keras
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung yang berada di antara anak buahnya dan mahasiswa, berusaha meredakan kericuhan. Dia terlihat berkordinasi dengan seorang anak buahnya yang menggunakan HT, dan anak buahnya itu berlalu sambil berbicara melalui HT-nya itu, entah dengan siapa.
Tak lama kemudian terlihat polisi mundur dengan dikawal Kapolres hingga barikade besi dan ke belakangnya, sehingga yang berada di depan barikade besi itu hanya mahasiswa.
Mereka segera berorasi secara bergantian, sementara spanduk dan poster digelar, di antaranya bertuliskan "Stop Militerisme", "Stop MBG", dan 'Tolak UU Polri Yang Baru".
Berikut enam tuntutan BEM UBK dan Universitas Terbuka dalam aksinya;
1. Hentikan sementara program MBG dan Koperasi Merah Putih
2. Tinjau kembali UU Polri
3. Setop Militerisme dan Tegakkan Supremasi Sipil
4. Ambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional
5. Berikan hak pendidikan inklusif, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia
6. Tinjau kembali kebijakan menaikkan harga BBM yang membenani rakyat. (man)







