Jakarta, Harian Umum-Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pelayanan pascabanjir kepada warga selama di pengungsian.
Posko-posko kesehatan didirikan Dinas Kesehatan di setiap kelurahan yang terkena dampak banjir.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, posko kesehatan disiagakan di rumah penduduk, halte, pos pengungsian, termasuk rumah ibadah yang dijadikan tempat mengungsi warga.
"Tim kesehatan memberikan layanan dan bantuan di posko kesehatan bertujuan untuk lebih memudahkan warga yang terdampak banjir," ujarnya, Sabtu (11/1/2020).
Menurutnya, selain memberikan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan membuka konseling di pos-pos pengungsian.
"Kami buka konseling kesehatan di pos supaya mereka mewaspadai penyakit-penyakit pascabanjir," katanya.
Widyastuti menjelaskan, anak-anak terdampak banjir juga mendapatkan trauma healing melalui permainan dan edukasi kesehatan seperti, ular tangga dan story telling.
"Trauma healing untuk anak-anak terdampak banjir di pos pengungsian bertujuan untuk mengurangi trauma psikologis anak pascabencana," ungkapnya.
Dinas Kesehatan juga memberikan layanan kepada mereka yang bekerja membantu warga membersihkan lingkungan pasca banjir, termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga membagi-bagikan masker sebagai bentuk perlindungan kesehatan," ucapnya.
Selain itu Dinas Kesehatan juga melakukan desinfeksi di lokasi terdampak banjir. Tim kesehatan juga memberikan pembekalan serta pendampingan desinfeksi kepada warga.
"Desinfeksi wilayah terdampak banjir bertujuan untuk membasmi kuman tau bakteri sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit pascabanjir," tandasnya.







