Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi kepada seluruh kadernya yang menjadi para kepala daerah agar menunda keikutsertaannya dalam agenda retret kepala daerah yang selenggarakan Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah,.mulai hari ini, Kamis (21/5/2025) hingga Kamis pekan depan (28/5/2025).
Instruksi itu dikeluarkan menyusul penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK pada Kamis (20/2/2025) sore.
Instruksi itu tertuang dalam surat DPP PDIP Nomor 7294/IN/DPP/II 2025 yang diteken Mega per 20 Februari 2025.
"Diinstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retreat di Magelang pada 21-28 Februari 2025," demikian bunyi instruksi tersebut.
Selain menginstruksikan agar menunda keberangkatan ke Magelang, Megawati juga meminta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk selalu mengaktifkan alat komunikasi.
Megawati bahkan meminta mereka siaga terhadap panggilan partai.
Instruksi ini membuat 112 kepala daerah dan 80 wakil kepala daerah dari PDIP terbelah, karena ada yang langsung menaati instruksi itu, tetapi ada yang terlanjur telah terbang ke Magelang.
Kepala daerah dari PDIP yang patuh pada instruksi tersebut di antaranya Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
"Mohon izin, sementara saya menunda keberangkatan ke Magelang," kata Masinton ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/2/2025).
Sementara Pramono masih di Jakarta hingga Jumat siang, karena dia terlihat melayat ke rumah duka mantan Menpan-RB Syafruddin di Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Namun, Pramono tidak mengatakan apa-apa ketika ditanya media soal keberangkatan ke Magelang, bahkan langsung memasuki mobil dan berlalu.
Di sisi lain, Wagub Jakarta Rano Karno memberi isyarat kalau dia takkan berangkat ke Magelang.
"Itu tanya sama DPP, tugas saya sekarang wakil gubernur bekerja, inilah tugas saya yang pertama. (Ke Magelang) saya kan undangan 27," katanya di kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Sementara itu, kader PDIP yang menjadi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, diketahui telah terlanjur berangkat ke Magelang sebelum instruksi Megawati dikeluarkan.
Juru bicara Hasbi, Agus Wisas, mengatakan, Hasbi tetap mengikuti retret karena sudah telanjur berangkat ke Magelang.
"Pak Hasbi sudah berada di sana. Jadi, kalau balik lagi, bagaimana pertanggungjawabannya kepada negara, kepada masyarakat?" katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (21/2/2025).
Terkait hal ini, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam keterangannya mengatakan, Kemendagri akan menunggu perkembangan terlebih dahulu dengan melihat berapa kepala daerah yang sudah hadir di Magelang, dan dari situ pihaknya akan menentukan kebijaksanaan apa yang akan diberikan oleh Mendagri kepada kepala daerah yang tidak hadir.
"Statement itu akan kita sampaikan setelah kita memiliki data yang lengkap. Sekarang kan belum ada datanya belum ada yang datang di sini. Nanti begitu datanya sudah lengkap baru kami akan sampaikan pernyataan tadi," ujarnya. (man)






