Jakarta, Harian Umum - Survey SMRC (Syaiful Mujani Research and Consulting) menunjukan 82 persen masyarakat masih menganggap demokrasi adalah pilihan sistem terbaik.
Meskipun di satu sisi, survey juga mendapati terjadinya penurunan kepercayaan masyarakat pada kualiatas kondisi demokrasi paska perhelatan Pemilu 2019.
"Adanya penurunan persepsi tentang kualitas kondisi demokrasi ternyata belum membuat masyarakat mengendurkan atau patah semangat dengan keinginan mereka agar Indonesia menjadi semakin demokratis," katanya di Jakarta, Minggu (16/6/2019).
Hal yang berkaitan dengan demokrasi menurut Sirojudin, dari hasil survey masih cukup tinggi. "86 persen masyaralat menilai demokrasi masih cocok untuk Indonesia. 91 persen warga menganggap penting kebebasan untuk mengkritik pemerintah, sementara warga yang menganggap penting Pemilu yang bebas dan adil sebanyak 97 persen. Sedangkan warga yang memilih sistem demokrasi dibandingkan sistem lain sebanyak 86 persen," ujarnya.
Sirojudin menambahkan melihat penurunan kepercayaan masyarakat pada kualitas demokrasi, semua elemen terkait harus memikirkan solusi untuk perbaikan kedepannya. Pada penyelenggaran Pemilu selanjutnya hal-hal yang menimbulkan rasa cemas masyarakat bisa diminimalisir. Meskipun mayoritas masyarakat masih mendukung pemerintah dan percaya bahwa Pemilu telah berlangsung secara baik dan benar. "Mudah-mudahan ini bisa mrnjadi bahan pekerjaan rumah bagi Presiden Jokowi untuk lima tahun ke depan.
Survey dilakukan dengan wawancara 1220 responden dengan metode secata random di seluruh Indonesia pada 20 Mei-1Juni 2019. Dengan margin of eror 3,05 persen. (Zat)







