Jakarta, Harian Umum - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak memberikan selamat atas pencapaian sistem digital Pemprov DKI Jakarta. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memamerkan penghargaan itu dianggap tidak peka atas masalah yang diderita masyarakat bawah.
"Mempertontonkan tiga buah plat pencapaian terkesan hanya pamer ego pribadi pada saat masyarakat butuh pemimpin di DKI saat ini," ujar Gilbert, di Jakarta, Minggu (27/12).
Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu mendoakan Anies Baswedan agar segera pulih dari virus COVID-19 yang dideritanya belakangan ini. Terlebih, katanya, kasus Covid-19 di DKI Jakarta semakin meningkat dan mencetak skor baru beberapa kali Desember ini.
"Sehingga tidak sepatutnya pamer seakan-akan sudah berprestasi di atas banyaknya korban. Ini hanya semakin mempertontonkan jati diri kinerja yang tidak memahami masalah masayarakat di DKI. Akan lebih baik memberi pernyataan soal kasus Covid-19 yang gagal diatasi daripada pamer sesuatu yang tidak dirasakan rakyat yang sedang merata," katanya.
Dia menilai, masalah krusial dan akut saat ini adalah ketidakmampuan Pemprov DKI mengatasi wabah, sebagai dampak sikap diskriminatifnya. Masalah lainnya, kata Gilbert, adalah bagaimana Pemprov DKI mewujudkan janji kampanyenya.
" Pencapaian Digital adalah sisi yang kurang dirasakan masyarakat dan bukan janji kampanye. Sektor yang dibutuhkan masyarakat misalnya UMKM yang minim sentuhan, juga sektor informal yang hampir tanpa sentuhan. Ini tidak butuh sistem digital itu, tapi butuh kebijakan anggaran dan program," jelasnya.
Saat ini, ungkapnya, hampir semua kebijakan anggaran dan program UMKM di DKI adalah dari APBN (Pemerintah Pusat). Sedangkan Pemprov DKI Jakarta minim sekali mengalokasikan APBD untuk UMKM. Sehingga, katanya, sistem digital yabg dibangun itu menjadi percuma karena tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.
"Beberapa contoh kegagalan pencapaian adalah minimnya pencapaian rumah DP 0%, hanya 780 dari target 300.000 dengan sisa waktu hingga 2022, Pemprov malah mau membangun perumahan di Kampung Akuarium dengan jumlah terbatas, sementara rumah sewa yang ada belum diisi. Masalah baru ketiadaan lahan pemakaman juga tidak butuh sistem digital, tapi eksekusi," tegasnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan memamerkan penghargaan TOP Digital Awards 2020. Pemprov DKI Jakarta memenangkan penghargaan untuk dua kategori, yaitu Top Digital Implementation 2020 on Province Government dan Top Digital Transformation Readiness 2020.
Sementara Gubernur Anies memenangkan penghargaan dalam kategori Top Leader on Digital Implementation 2020. Pemprov DKI dan Anies telah menerima penghargaan pada acara puncak kegiatan TOP Digital Awards 2020 yang berlangsung di Ballroom, Rafles Hotel Jakarta, pada Rabu, 22 Desember 2020 lalu.
Atas penghargaan tersebut, Anies menyampaikan terima kasih dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Menurut Anies, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang juga patut diapresiasi kerja kerasnya.
"Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan kepada Pemprov DKI Jakarta yaitu Top Digital Award 2020. Ini merupakan hasil dari kerja kolosal, kolaborasi dari begitu banyak pihak yang bekerja di belakang layar, terlibat dalam membangun ekosistem digital Jakarta," ujar Anies. (hnk)






