Jakarta, Harian Umum - Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta, Rico Sinaga memastikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan steril dari polemik bantuan sosial (bansos) di Jakarta. Menurutnya, Anies telah memberikan otoritas penuh pengelolaan bansos kepada Perumda Pasar Jaya.
"Saya sebagai ketua Amarta meyakini Anies menyerahkan sepenuhnya otoritas soal bansos ke Dirut pasar Jaya. Kalau ada opini pak Anies terlibat, saya yakin dia tidak akan kompromi. Dia steril," ujar Rico, di Jakarta, Senin (21 /12).
Dia menyebut, Anies Baswedan pernah menolak intervensi pengusaha untuk mengubah kebijakannya. Padahal, ucapnya, saat itu Anies ditawari uang sampai Rp 500 miliar agar mengubah kebijakannya.
"Dalam sebuah media besar, pak Anies bicara Jangan pernah coba-coba rupiahkan otoritas ini. Otoritas (jabatan gubernur) itu bukan untuk dirupiahkan. Apalagi kasus bansos seperti ini," kata Rico.
Dia berharap, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin menuntaskan polemik bansos ini. Dia pun meminta aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki data valid soal penyelewengan bansos di Jakarta untuk segera diungkap ke publik.
"Bagi kawan-kawan aktivis, kalau punya data valid sesuai temuan investigasinya sebaiknya diungkapkan saja. Bilamana ada temuan indikasi korupsi, tindak lanjut aja ke proses hukum. Karena polemik ini bisa menimbulkan instabilitas. Jika diperlukan, undang saja pasar Jaya untuk menjelaskan," tegasnya.
Dia juga mendorong aparat penegak hukum agar oknum yang bermain bansos itu segera diproses hukum. Termasuk adanya isu anggota dewan yang bermain di dalam polemik bansos tersebut.
"Kalau memang ada isu oknum dewan yang bermain bansos, ya sebaiknya diproses juga Secara hukum agar polemik bansos di DKI bisa tuntas. Kalau memang ada kebocoran, pengawasan pasar Jaya juga tidak maksimal. Ini harus segera diusut tuntas," jelasnya. (hnk)







