Jakarta, Harian Umum-Kebutuhan internet gratis untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJK) warga Jakarta menjadi sorotan beragam kalangan. Untuk itu, Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong adanya perluasan program Jakwifi yang melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta dalam penempatan titik-titiknya.
"Salah satu pembahasan yang menarik dari pembahasan perubahan APBD 2020 adalah terkait kebutuhan internet warga, terutama pelajar dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kita tahu, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan bantuan internet gratis melalui Jakwifi. Kita dorong ini agar diperluas jangkauannya," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, di Jakarta, Kamis (12/11).
Menurutnya, pemasangan internet gratis Jakwifi oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik DKI Jakarta ini diprioritaskan bagi pemukiman padat dan RW-RW kumuh. Dia menilai, pemasangan Jakwifi ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga terutama emak-emak yang mendampingi anaknya untuk belajar secara daring.
"Pemasangan Jakwifi ini harus diperluas dan merata. Lebih baik lagi, jika pemasangan Jakwifi itu melibatkan dewan untuk merekomendasikan titik-titiknya. Karena dewan juga representasi rakyat yang terdampak, yang menyerap banyak masalah di lingkungan masyarakat," katanya.
Dia berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memperbaiki sasaran penerima bantuan internet gratis Jakwifi ini. Sebab, jelasnya, masih banyak warga DKI Jakarta yang tidak terjangkau oleh program tersebut padahal kebutuhan internet sangat diperlukan saat ini. Selain itu, aparat terkait harus meningkatkan pengawasan dalam pemasangan Jakwifi ini agar tepat sasaran.
"Akibat pandemi ini pola hidupasyarakat berubah. Pola belajar, pola kerja berubah. Dulu sekolah biasa tatap muka, kini harus secara daring. Dan masyarakat umum sudah mulai terbiasa, namun kendalanya kan layanan internet yang mahal. Makanya, Jakwifi ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan internet warga," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meluncurkan program Internet Untuk Semua - JakWIFI. JakWIFI adalah program peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan wifi gratis di daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan internet gratis, tersebar di 5 wilayah Kota dan 1 Kabupaten Administrasi.
Sedikitnya, ada 9 ribu titik Jakwifi yang dipasang Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik DKI Jakarta. Penyediaan akses internet tersebut melalui tiga skema, yaitu melalui layanan Pemprov DKI Jakarta di gedung pemerintahan, taman, RPTRA, sekolah-sekolah negeri, dan daerah-daerah yang tidak terjangkau atau tidak diminati penyedia layanan internet gratis, berkolaborasi melalui pemanfaatan bersama titik akses dengan penyedia jasa telekomunikasi, dan penyediaan titik akses melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Untuk informasi lokasi titik akses beserta perluasannya dapat dicek oleh publik menggunakan aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Harapan kami, semoga penyediaan akses internet gratis bagi warga melalui Program Internet Untuk Semua - JakWIFI ini bisa menjadi langkah awal dalam hal akselerasi transformasi digital warga Jakarta sebagai respon untuk mengoptimalkan kesempatan di tengah menghadapi pandemi COVID-19," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania. (*)







