JAKARTA HARIAN UMUM - Dunia pendidikan di Ibukota ikut terdampak Pandemi Covid-19. Bahkan akibat sekolah ditutup, sistem dan metode pengajaran dirubah agar tetap dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik. Para siswa harus menjalani Program Pembelajaran kenapa jauh (PJJ).
Namun untuk mengikuti kegiatan PPJ, bagi sebagian warga, mungkin masih bisa memprioritaskan kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Namun bagi sebagian warga yang dari segi perekonomian kurang, tentu mereka memiliki masalah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dari rumah dengan baik. Sebab untuk melakukan kegiatan PJJ ini, setidaknya perlu dimodali oleh telepon pintar atau laptop dan jaringan internet yang memadai atau kuota yang memadai.
Menyikapi itu, Komisi E DPRD DKI mendesak dinas pendidikan untuk mencarikan solusi guna mengatasi masalah itu. Untukmelaksanakan kegiatan pjj, dinas pendidikan perlu menyediakan kuota internet di masyarakat melalui tokoh masyarakat atau. Sehingga hal itu dapat meringankan warga yang kurang mampu.
“Sebenarnya kita sudah mengagendakan untuk rapat dengar pendapat terhadap Dinas Pendidikan DKI untuk membahas persoalan ini. Namun karena gedung DPRD masih ditutup akibat pandemi covid-19 rapat tersebut ditunda,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Hj Solikhah, Rabu(13/8/2020).
Adapun bagi para siswa Solikhah meminta agar tetap meningkatkan imunitas di masa pandemi yang sedang melanda ibu kota ini. “Agar kita tetap sehat dan bugar , taati dan disiplin protokol kesehatan serta tingkatkan ibadah kepada Allah swt dan terus berdoa agar virus corona segera berakhir,” sarannya.
Meski demikian Solikhah berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga para siswa bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan normal seperti sebelumnya. (Zat)







