Washington, Harian Umum - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal yang diajukan pihaknya kepada Iran beberapa waktu lalu melalui Pakistan sebagai mediator.
Tanggapan itu disampaikan Iran pada Minggu (10/5/2026), juga melalui Pakistan.
Proposal "perdamaian" itu diajukan untuk mengakhiri perang yang dikorbarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari silam.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya,' kata Trump melalui akun Truth Social-nya pada Minggu (10/5/2026) waktu Washington.
Trump tidak memerinci apa isi tanggapan Iran atas proposalnya, akan tetapi patut diduga isi tanggapan itu tidak sesuai kehendak dirinya.
Sebelumnya, dikutip dari Wall Street Journal, dalam proposal tersebut Trump mengajukan syarat sebagai berikut kepada Iran untuk menghentikan perang:
• Larangan pengayaan uranium selama 20 tahun
• Serahkan semua bahan yang telah diperkaya
• Komitmen resmi untuk tidak mengejar senjata nuklir
• Pembongkaran Fordow, Natanz, dan Isfahan
• Larangan segala aktivitas nuklir bawah tanah
• Izinkan pemeriksaan dan sanksi dalam kasus pelanggaran apa pun
Iran bisa jadi menolak syarat tersebut karena mirip dengan syarat yang diajukan AS saat negosisasi yang gagal di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April 2026.
Pada Minggu (10/5/2026), kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa Iran secara resmi telah menyampaikan tanggapannya kepada mediator Pakistan terkait proposal terbaru AS yang bertujuan mengakhiri perang agresi terhadap negaranya.
"Menurut rencana yang diusulkan, fase negosiasi saat ini difokuskan secara eksklusif pada penghentian permusuhan di kawasan tersebut," kata IRNA mengutip seorang sumber.
Tidak dijelaskan apa isi tanggapan tersebut, akan tetapi diduga Iran tetap kukuh pada usulannya yang tak ingin program nuklirnya didikte Trump. Apalagi karena AS pernah mencoba menyerang fasilitas nukkir Iran di Nantanz untuk mengambil uranium yang telah diperkaya yang disimpan di sana, akan tetapi dapat digagalkan Iran
Operasi "upaya persmpokan" itu disamarkan sebagai oeprasi penyelamatan pilot yang pesawatnya ditembak jatuh Iran di Isfahan. (man)







