Jakarta, Harian Umum - Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus, mengeritik penyelenggaraan Jakarta Internasional Marathon (JAKIM) 2024 oleh Pemprov DKI Jakarta, Minggu (23/6/2024).
Pasalnya, event itu diselenggarakan pukul 04:00 WIB, sehingga meski lokasi startnya tak jauh dari Masjid Istiqlal, event itu tidak didahului dengan salat subuh.
"Penyelenggaraan JAKIM 2024 meninggalkan catatan yang kurang pas, karena kegiatan yang sejatinya adalah bagian dari rangkaian memperingati HUT Kota Jakarta ke-497 itu seharusnya dapat memperlihatkan wajah Jakarta sebagi kota religius dan berbudaya," kata Dailami melalui siaran tertulis, Senin (24/6/2024).
Menurut Senator Jakarta ini, selayaknya JAKIM dapat dimulai atau dilaksanakan setelah ibadah salat subuh, bukan pada pukul 4 pagi atau sebelum ibadah salat subuh. Apalagi karena lokasi startnya tidak jauh dari masjid Istiqlal.
"Sebagai kota yang masyarakatnya religius, seharusnya Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut secara matang, bukan hanya sekedar mengejar momentum dan bangga dengan pencapaian jumlah peserta saja, namun juga harus dapat mengedepankan wajah masyarakat ibukota yang religius humanis dan beradab," tegas Dailami.
Tokoh Betawi ini berharap penyelenggaraan JAKIM 2024 harus jadi pelajaran berharga bagi Pemprov DKI Jakarta, juga panitia penyelenggara dan instansi terkait lainnya untuk dapat menyesuaikan waktu kegiatan agar tidak berbenturan dan mengesampingkan hal-hal yang fundamental yaitu waktu ibadah.
Untuk diketahui, start JAKIM 2024 berlokasi di Monas dan finish di Gelora Bung Karno (GBK). Event ini diikuti oleh 15.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
Ada tiga kategori yang yang dilombakan dalam event ini, yakni Marathon (42,195K) yang dimulai pukul 04.00 WIB, Half Marathon (21,0975K) mulai pukul 05.15 WIB, dan 10K pada pukul 06.15 WIB. Lokasi start semua kategori itu berada di Monas. (rhm)







