JOKO WIDODO telah terlalu sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak terduga. Bahkan dengan ijazah yang tidak jelas, dia bisa menjadi walikota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden RI hingga dua periode.
---------------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Ini bukan gibah. Kalau gibah, membicarakan aib orang lain bisa berdosa, tapi ini beberapa catatan kecil tentang kegilaan Joko Widodo.
Catatan ini dibuat setelah menyaksikan sebuah video singkat dari Rocky Gerung yang diambil dari sebuah acara dengan durasi 1:24 menit, dan diviralkan melalui TikTok.
Di depan Prof Ikrar Nusabakti, Ade Armando, Masinton Pasaribu dll, Rocky Gerung berbicara dengan gayanya yang khas. Dia ,bilang: "Tadi saya baca, Agus Harimurti bilang, Pak Prabowo belum menerima ucapan selamat, very enough. Apakah karena KPU belum resmi mengumumkan? Bukan karena dia masih menunggu keadaan memburuk, bukan keadaan membaik?
Kalau keadaan membaik, lanjut mantan dosen UI itu, Prabowo akan mendapat beban karena dia mesti menenteng-nenteng Jokowi, menenteng-nenteng Gibran, menenteng-nenteng Kaesang hingga 5 tahun ke depan.
'Jadi, secara ril politik, lebih baik Jokowi dimakzulkan daripada Prabowo harus menyelamatkan mereka selama lima tahun. Itu kacau kondisi kita, logikanya begitu kalau saya boleh baca jalan berpikir Prabowo yang pasti dia sembunyikan," lanjut Rocky.
Tapi harus jujur, ini persaingan politik, kata Rocky lagi. Prabowo tahu bahwa secara kuantitatif dia sudah menang, tapi dia gak mau menerima ucapan.
"Dia menerima ucapan dari Putin, Xi Jinping, bahkan Joe Biden, dipamerkan. Kenapa dia ga menerima ucapan selamat dari rakyat Indonesia sendiri? Itu psikologi, itu yang mesti kita baca tuh," tegas Rocky.
Video TikTok yang beredar luas di grup WA itu dikomentari oleh anggota grup: mereka.memgatakan; Jokowi harus dimakzulkan!
Suatu hal yang luar biasa bisa saja terjadi dengan beredarnya video Tiktok itu. Bisa jadi yang dikatakan Rocky Gerung itu benar bahwa kalau sampai Prabowo jadi presiden, maka Jokowi dan anak-anaknya, juga keluarganya, akan jadi beban Prabowo
Dan akibatnya, Joko Widodo akan celaka dan menghadapi prahara besar.
Alih-alih dengan merekayasa kemenangan Prabowo-Gibran dengan "menggunakan" KPU, Bawaslu dan DKPP agar selamat setelah tidak lagi jadi presiden, upaya Joko Widodo itu malah ambyar, amburadul atau rungkad.
Joko Widodo ini manusia gila. Ini analisa saya: Dengan ijazah dari UGM yang tidak jelas, dia bisa jadi walikota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden RI hingga dua periode.
Dengan janji bohong soal Mobil Esemka, dia mengundang decak kagum rakyat yang kemudian mempercayainya untuk menjadi gubernur dan presiden.
Dengan gembar-gembor bahwa kalau jadi gubernur DKI semua persoalan di DKI, seperti macet, banjir, polusi udara, rumah - kumuh dan berbagai problem lain di Ibu Kota Negara akan mudah diatasi, ternyata, setelah 2 tahun menjabat sebagai gubernur DKI (2012-2014), dia lari mennggalkannya
Bapaknya Kaesang ini pernah berujar; persoalan di DKI akan diselesaikan setelah jadi Presiden, tapi setelah jadi presiden, bahkan mau dua periode, tak ada janjinya yang terpenuhi, malah mau ngakali agar terus berkuasa hingga 3 periode, atau menunda Pemilu agar tetap menjadi presiden.
Dengan ambisi gilanya itu, Megawati yang membesarkan dan mengawalnya sampai menjadi presiden dua periode, dicampakkan dengan mengusung Prabowo sebagai Capres-nya.
Dia juga membuang Surya Paloh karena mencapreskan Anies Baswedan, mantan menterinya yang pada Pilkada Jakarta 2017 mengalahkan jagoannya, yakni AHOK-JAROT, Nasdem pun diobok-obok. 2 Mentrinya jadi tersangka dan dicokok.
Demikian juga Demokrat. Ada upaya kudeta Demokrat melalui tangan Moeldoko, mantan Panglima TNI era Presiden SBY dan KSP Joko Widodo.
Anies Baswedan, alumnus benaran UGM, dimusuhi agar gagal nyapres, tapi Surya Paloh mengolahnya sehingga jadi Capres. Megawati dan Surya Paloh yang punya Capres sendiri, tak luput dari gangguan Joko Widodo.
Prabowo Subianto yang tadinya membesarkan Jokowi di DKI, dilawan sampai kalah 2 kali dalam Pilpres 2014 dan 2019 dengan proses yang diduga curang, dan akhirnya Prabowo menyerah dengan menjadi Menhan-nya Joko Widodo.
Di Pilpres 2024, Joko Widodo kembali melakukan berbagai cara agar Prabowo menang, termasuk dengan menggandeng anaknya: Gibran, sebagai Cawapres Prabowo.
Tapi kalau mencermati omongan Rocky Gerung dalam video yang viral itu, bisa jadi di dalam hatinya Joko Widodo mengatakan bahwa apa yang dikatakan Rocky itu benar, sehingga setelah nanti Prabowo dilantik, dia tidak aman. Begitupula keluarganya.
Maka, dengan waktu yang masih tersisa 7 bulan sebelum pelantikan Prabowo dilakukan, dia harus melakukan sesuatu. Tokh, dia masih presiden, masih punya kekuasaan, masih punya kekuatan untuk menjegal agar Prabowo tidak jadi dilantik.
Dalam hati kecil Joko Widodo, dia juga mungkin berterima kasih kepada Rocky Gerung,
"Anda telah membuka mata saya, atas musuh yang harus saya singkirkan," mungkin itu pula yang dikatakan Jokowi di dalam hatinya.
Namun, Prabowo tentu tak akan tinggal diam. agar selamat sampai dilantik jadi presiden, Prabowo harus memerintahkan Fraksi Gerindra di DPR untuk mendukung sepenuhnya penggunaan Hak Angket untuk mengungkap kecurangan Pilpres 2024, dan berkoalisi dengan partai lain di DPR.
Karena bila Hak Angket itu digelar; maka DPR dapat menyelidiki kerja Joko Widodo dalam menjalankan UU selama menjabat sebagai presiden.
Jadi, Prabowo tidak perlu takut atau cemas dengan Hak Angket DPR. Justru kalau Prabowo takut, sama dong takutnya dengan Joko Widodo. Padahal, Hak Angket untuk presiden, bukan calon presiden, apalagi presiden terpilih yang belum dilantik..
Dugaan saya, ada kekhawatiran yang mendalam dalam diri Joko Widodo untuk mencari selamat. Jika Prabowo tidak menjamin keselamatan diri dan keluarganya, bisa jadi Joko Widodo akan berpikir konyol untuk mencari jalan selamat. Misalnya berdamai dengan Anies Baswedan atau dengan Ganjar.
Tapi persoalannya apakah Megawati masih mau membuka pintu maaf untuk Joko Widodo, dan menerimanya kembali setelah menjadi Malin Kundang?
Kalau Joko Widodo berpikir nekat, bisa saja itu terjadi seperti di KPU. Ingat bagaimana Joko Widodo merestui adiknya, Idayati, menikah dengan Ketua MK Anwar Usman yang kemudian dicopot dari jabatannya oleh MKMK karena meloloskan Gibran yang merupakan keponakannya, untuk menjadi Cawapres meski dengan menabrak etika, moral, hukum dan konstitusi.
Tindakan konyol dan gila seperti itu bisa saja dilakukan Joko Widodo dengan tenang.
Jadi, meski KPU telah memenangkan Prabowo, bisa saja gugatan Anies di MK atas dugaan proses Pilpres yang curang, dikabulkan MK, sehingga kemenangan Prabowo itu dibatalkan dan Pilpres diulang.
Kini, Rocky Gerung dan publik menunggu kejutan, apakah Prabowo akan dilantik atau Joko Widodo lanjut menjadi presiden?
Sawangan: 23 Maret 2024







