Jakarta, Harian Umum- Rapat kerja antara Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta yang sedianya digelar pada Selasa (21/7/2020) pukul 10.00 terpaksa dibatalkan. Pasalnya, rapat untuk membahas sinergitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tidak dihadiri pengambil keputusan, Asisten Perekonomian (Asperek) DKI Jakarta, Sri Haryati.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, ada tiga pejabat penting yang absen dalam rapat itu adalah Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sri Haryati serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Benni Aguscandra. Meski absen, namun kehadiran mereka sebetulnya diwakilkan oleh anak buahnya.
“Rapat hari ini ditunda, dan akan digelar pada Rabu (22/7/2020) pukul 09.00,” kata Aziz di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (21/7).
Aziz mengatakan, rapat kerja dengan agenda sinergi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta menjadi amat penting. Soalnya empat BUMD yang hadir dalam rapat ini memiliki program kerjanya masing-masing.
Karenanya, untuk memastikan program mereka berjalan dengan baik, Komisi B memandang perlu menggelar rapat sinergi. Empat BUMD itu di antaranya PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Bank DKI dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
“Kehadiran mereka (tiga pejabat DKI) diwakili oleh orang yang kompetensinya kami kurang tahu seperti apa. Nah kami mau yang datang ini adalah pejabat pengambil keputusan (kepala dinas/kepala badan),” ujar politisi dari PKS DPRD DKI Jakarta ini.
“Kami nggak mau rapat terhambat hanya karena yang hadir bukan pengambil keputusan. Tentu ini akan menjadi pemborosan waktu,” kata Aziz lagi.
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan, kehadiran para pejabat teras itu diperlukan agar Pemprov DKI Jakarta dapat memastikan empat BUMD itu saling bersinergi dalam melayani masyarakat. Selain itu, rapat tersebut menjadi ajang meminta klarifikasi terhadap sejumlah temuan yang diperoleh anggota Komisi B di lapangan.
Namun Pandapotan enggan menjelaskan lebih detail soal temuan tersebut. “Ini adalah sinergitas antara pihak-pihak yang terkait, dan ini pentingnya rapat ada bu Asisten (Sri Haryati),” ujar Pandapotan. (hnk)







