Jakarta- Harian Umum - Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW-PP) DKI Jakarta menggelar diskusi untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-78 sebagai rasa nasionalis kepada bangsa.
Gelaran Seminar dengan bertajuk Tantangan Politik Indonesia Di Masa Depan. Dalam Seminar ini dihadiri para Ketua bidang, anggota serta kader-kader yang berada di wilayah DKI Jakarta dan di adakan di Grand Kemang Hotel, Jakarta, 12/08/2023.
Hadir sebagai pembicara. Prof. Wahyu Prasetyawan, memberikan paparannya tentang pandangan ideologi bangsa saat ini yang sangat mengkhwatirkan dalam sebuah perbedaaan politik , " Ujarnya.
Dalam salah satu pembicaraannya ia mengatakan " Dalam buku- buku ekonomi politik mengungkapkan Demokrasi adalah pertarungan antara elite dan rakyat".
Lebih lanjut Prof Wahyu, "Mengungkapkan "Demokrasi diberikan ketika rakyat kuat, Reformasi itu terjadi karena rakyat kuat". terangnya.
Arudi Sekretaris Umum MPW PP DKI mengatakan Tantangan Politik Indonesia masa depan adalah kolaboratrium untuk melihat kedepan Caleg- caleg / Bacaleg yang ada di PP terhadap masa depan Indonesia.
"Kondisi politik sekarang yang sedang gonjang- ganjing kedepannya harus kita bangun komitmen teman- teman di MPW untuk memutuskan suatu fokus bahwa Indonesia harus maju kedepannya, Materi- materi yang di berikan untuk mendalami kedepan bacaleg- bacaleg diberikan pengetahuan pemahaman bagaimana Indonesia kedepannya" Ujarnya
Lebih lanjut Arudi mengatakan agar mampu jika terpilih sebagai caleg menjalankan aspirasi rakyat yang memilihnya, jangan sampai setelah terpilih meninggalkan kewajibannya, untuk membimbing dan menuntun masyarakat yang telah memilihnya untuk menjadi calon legislatif.
"Pada prinsipnya Pemuda Pancasila ada di mana- mana dan tetap di mana- mana, utuh dalam koridor Pemuda Pancasila DKI Jakarta, kita siap dimana- mana tapi tidak kemana- mana untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat Pemuda Pancasila," ungkap Arudi.
Sedangkan ketua Bidang Pendidikan Sumber Daya Manusia, Pariwisata dan Seni Budaya Denny Wardhana mengatakan acara ini di adakan untuk Bacaleg- bacaleg yang ada di anggota- anggota PP DKI, semacam pembekalan. Mudah- mudahan 50 % menjadi anggota dewan," Pungkasnya
"Ini sekedar pengetahuan politik, yang dapat MPW berikan kepada bacaleg PP," Imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Berlian Benyamina Rungkat B.BA,S.sos sebagai moderator acara,sekaligus Bacaleg DPR RI DPR RI Partai Golkar Dapil DKI jakarta3 (Jakarta Barat,Jakarta Utara, kepulauan seribu ) saat di wawancarai awak media menuturkan saya berpendapat.
"Pentingnya Memahami Tantangan Politik Indonesia Pasca Reformasi yang rentan dengan berita HOAX yang menyesatkan dan perpecahan anak bangsa sehingga timbul istilah Kampret, Cebong, Kadrun yang saling menghujat, saling memfitnah dan ujaran kebencian dipertontonkan di ruang publik. Hal tersebut merusak akal sehat, melanggar kamtibmas dan Degradasi moral bangsa" Ujarnya. (Barley)
..







