Jakarta, Harian Umum- Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah, Senin (11/6/2018), menggelar serangkaian acara untuk menyambut malam ke-27 Ramadhan di Masjid As Sa'adah, Jalan Swakarsa 1B, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur..
Acara dimaksud adalah buka puasa bersama yang didahului zikir dan tahlil, khotmul Qur'an (pembacaan Al Qur'an) saat shalat taraweh, dan pemberian santunan kepada 270 anak yatim dan 120 kaum dhuafa dan Lansia.
"Zikir, tahlil dan khotmul Qur'an kita selenggarakan dengan harapan semoga kita mendapatkan lailatul qadar," kata Ketua Umum YPI As Sa'adah Munir Arsyad saat membuka acara.
Seperti biasa, acara yang digelar YPI As Sa'adah ini tak hanya dihadiri masyarakat umum, namun juga para alim ulama, habib, bahkan juga dihadiri Kapolsek Duren Sawit Kompol H Suhut, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah dan anggota dari beberapa perguruan silat di Jakarta Timur.
Ulama yang hadir di antaranya KH Syamsul Bachri, KH Salim Na'i dan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.
Dalam tausiyahnya, KH Salim Na'i memuji pemberian santunan yang dilakukan YPI As Sa'adah setiap tahun, saat Ramadhan, karena katanya, perbuatan seperti inilah yang disukai Rasulullah SAW dan yang membuat Beliau senang.
Sebab, pemberian santunan dapat mengurangi beban para anak yatim, kaum duafa dan Lansia, sehingga mereka mendoakan YPI As Sa'adah.
"Tak heran kalau As Sa'adah saat ini menjadi salah satu lembaga pendidikan yang maju dan hebat (di Jakarta), karena doa anak yatim dan orang-orang yang lemah termasuk doa yang diterima oleh Allah SWT," katanya.
Soal santunan ini, Munir sendiri mengatakan kalau di bulan baik seperti Ramadhan, umat Islam hendaknya memperbanyak ibadah dan sedekah, dan memberi contoh kepada mereka yang hidupnya berkecukupan bahkan berlebih, untuk peduli kepada sekitarnya.
"Selain pemberian santunan itu, setiap subuh, selama Ramadhan, di Masjid As Sa'adah kita juga melakukan kegiatan yang kita namai "Girang Anak-anak". Dalam kegiatan ini kita juga memberi santunan kepada 90-100 anak," jelasnya.
Ketika ditanya apakah semua dana berasal dari dana pribadi? Munir mengiyakan.
"Tapi kalau ada donatur yang mau ikut berpartisipasi, kami persilakan. Kami akan salurkan donasinya ke anak yatim, kaum duafa dan lansia itu," pungkasnya. (rhm)







