Jakarta, Harian Umum - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali mengatakan, kunjungan Ketua DPD Partai Golkar DKI ke Fraksi Golkar DPRD dalam rangka silaturahmi terkait penerapan sejumlah kebijakan partai yang mesti dijalankan Fraksi.
"Karena Fraksi sebagai kepanjangan tangan partai sehingga harus selaras dan sejalan dengan kebijakan partai. Jadi kita meminta kehadiran Ketua DPD untuk mengarahkan," kata Ashraf di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/4/2017).
Sejumlah kebijakan tersebut Ashraf menyebutkan pertama, memperjuangkan kepentingan rakyat yang merupakan program pemerintah.
"Kita prioritas memperjuangkan kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk kepentingan warga Jakarta. Fraksi Golkar akan membantu siswa yang ijazahnya masih ditahan sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Khususnya bagi siswa sekolah swasta," ujar Ashraf.
Untuk memberi kemudahan bagi warga menurut Ashraf, Fraksi Partai Golkar akan membuka pelayanan aduan bagi yang ingin mendapatkan ijazahnya yang masih tertahan di sekolah.
"Kita buka pelayanan aduan agar masyarakat yang ijazahnya tertahan di sekolah bisa terbantu. Pelayanan tersebut untuk seterusnya artinya Fraksi Partai Golkar akan terus konsen mengurus ijazah yang tertahan," ungkap Ashraf.
"Program Fraksi Partai Golkar kedua yaitu kita perjuangkan warga agar bisa membayar PBB (Pajak Bumi Bangunan) sesuai waktu yang ditentukan," tambah Ashraf.
Selain itu kata Ashraf pihaknya akan mengawasi program pemakaman gratis tanpa pungutan. Terakhir adalah terkait peraturan kesehatan yang akan dibuat pemerintah. Peraturan tersebut akan dikawal agar berpihak pada rakyat.
Adapun menyangkut program dan kebijakan Pemprov DKI ke depannya, Ashraf menuturkan meski Golkar sebagai salah satu partai pendukung calon petahana Ahok-Djarot namun partai berlambang beringin tersebut tetap akan mengkritisi apabila ada program dan kebijakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat banyak.
"Kebijakan Pemprov DKI akan kita tetap kawal. Tapi apabila tidak sesuai aturan dan tidak memihak masyarakat tetap kita kritik namun yang bersifat membangun," pungkas Ashraf.







