Jakarta, Harian Umum - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menuding Pileg dan Plpres 2024 yang digelar pada 14 Februari lalu, buruk dan brutal.
"Kita semua dalam rel kesadaran bahwa Pemilu ini adalah yang buruk dan brutal," kata Hasto saat ditemui di Jakarta Pusat seperti dilansir Kumparan, Sabtu (9/3/2024).
Dia menduga ada pengerahan aparat pemerintah demi memenangkan Paslon 02 Prabowo-Gibran yang saat ini unggul pada real count KPU.
Sebab, kata dia, sumber daya negara, instrumen negara, digunakan untuk memberikan keberpihakan kepada Paslon 02.
"Maka, semua bergerak," jelasnya.
Jasto menegaskan, PDIP adalah partai dengan komitmen nilai-nilai demokrasi. Karenanya, PDIP mengkritik Pilpres 2024 yang dinilai brutal tersebut.
Kritik itu, kata Hasto, ditujukan agar apa yang terjadi pada pilpres 2024 tak terulang di masa mendatang. Sebab, bukan cuma 2024, Pemilu brutal pernah terjadi pada 1971, karena pada tahun itu instrumen pemerintah turut dikerahkan demi melanggengkan kekuasaan Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Suharto.
"Kalau ini tidak kita kritisi nanti Pemilu tidak ada lagi, yang ada simsalabim hasil Pemilu," pungkas dia. (man)


